Jumpa pers penangkapan Prada DP di Denpom II/Swj, foto Koer/palpos.id

PALEMBANG,PALPOS.ID -Prada Deri Pramana (21), Jumat 14 Juni 2019, pagi dini hari pukul 04.47 WIB, tiba di Pomdam II/Sriwijaya.

Lalu sekitar pukul 09.00 WIB, Prada DP menggunakan baju tahanan berwarna kuning dan berkepala pelontos digiring mengikuti jumpa pers bersama awak media.

Dari keterangan Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Infantri Djohan Darmawan didampingi Asi Intel Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Donal Siagia dan Danpomdam II/Sriwijaya Kolonel Safta Feryansyah, DP ditangkap, Kamis 13 Juni 2019 di sebuah padepokan Mohiyang di Banten

Diketahui, usai menghabisi kekasihnya Fera Oktaria (20) pada 08 Mei 2019, DP langsung kabur.

“Sejak tanggal 8 Mei sore, dia pergi meninggalkan penginapan Sahabat Mulia, ke Pasar Bayung Lincir, lau malamnya menuju ke Lampung menggunakan bus,” ungkapnya.

Selanjutnya Prada DP mengarah ke Pulau Jawa dengan kapal laut. “Saat di dalam bus, dia sempat berkomunikasi dengan penumpang sebelah. DP mengatakan ingin belajar agama, kemudian diberitahu dengan diarahkan ke Banten,” terangnya.

Disana ada padepokan Mohiyang, jam 10 malam sampai dan bertemu dengan H Syari pimpinan padepokan. “Tapi pimpinan padepokan tidak tahu, bila DP ini adalah oknum kasus pembunuhan yang dicari-cari petugas Pomdam II/SWJ” jelasnya.

Dari 10 Mei sampai kemarin 13 Juni 2019 di belajar ilmu agama di Padepokan.

“Sejak kejadian petugas Pomdam II Sriwijaya, berkoordinasi keluarga korban dan pihak keluarga DP sendiri. Sempat terlacak juga nomor seluler DP karena berkomunikasi dengan salah satu bibik DP,” sambungnya.

DP sendiri ditangkap petugas tanpa perlawanan dan tiba di Mako Pomdam sekitar pukul 04.47 WIB.

“Tidak ada perlawan saat ditangkap, dia mengatakan ingin nyerah tetapi takut. DP juga menyesali dan meminta maaf pada pihak keluarga korban,” pungkasnya. (adi)