Ilustrasi

PALEMBANG,PALPOS.ID –  Sebagai pihak yang digugat, Komisi Pemilihan umum (KPU) telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam sidang.

Tidak terkecuali dengan KPU Sumsel, yang juga telah menyerahkan sejumlah alat bukti yang diperkirakan akan dibutuhkan dalam persidangan.

Komisioner KPU Sumsel Devisi Hukum, Hepri Yadi SH MH, kepada koran ini kemarin. Menurutnya, meskipun yang digugat adalah keputusan KPU RI, namun pihaknya tetap menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan. Bahkan beberapa hari yang lalu pihaknya telah menyerahkan sejumlah berkas ke pusat.

“KPU Sumsel pada tahap pertama sudah kirim jawaban terkait permohonan yang pertama, sebelum dilakukan perbaikan. Yang kita kirim bukan hanya jawaban saja, tetapi disertai alat bukti berupa DA, D1,  DA daftar hadir, DA tanda terima, DB, DC dan lainnya. Semua berkas ini kita sampaikan ke KPU RI pada 13 Juni lalu,” kata Hepri Yadi, (14/6).

Selanjutnya, kata Hepri, pihaknya akan menunggu, dan memonitor perkembangan yang ada. “Kami juga siap kapan saja dan dimana saja,  bila dipanggil untuk memberikan semua yang dibutuhkan, baik kesaksian maupun data,” jelasnya.

Melihat bukti dan data yang ada, pria yang kerap memperjuangkan hak-hak petani ini, yakin kalau KPU RI akan memenangkan gugatan ini.

Sementara itu Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, tim hukum KPU sudah mempersiapkan segala hal untuk menghadapi gugatan yang diajukan tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Jawaban terkait PHPU sudah diserahkan KPU kepada MK. tinggal nanti bagimana dalam proses persidangan, termasuk bila dibutuhkan alat bukti baru maupun saksi dalam persidangan,” ujar Arief usai melantik 180 Komisioner di 36 KPU Kota Kabupaten di Jatim,(13/06).

Bukti-bukti dan dokumen sudah masuk ke MK. Oleh karenanya, pihaknya mengaku tinggal menunggu jalannya persidangan di MK. Di sisi lain, ia juga menekankan kepada komisioner KPU di Provinsi dan Kabupaten agar siap jika ke depan diperlukan sebagai saksi, termasuk Komisioner KPU Jatim.

“Memang Jatim menjadi salah satu Provinsi sorotan dari pihak 02. Namun intinya kami sudah siap semuanya. Termasuk komisoner yang ada dan yang baru dilantik saat ini. Makanya kami memilih komisoner yang baru ini yang sudah paham terkait pemilu, bukan yang baru belajar pemilu,” jelasnya.

“Pokoknya kalau diperlukan bukti baru, termasuk saksi-saksi dari komisioner yang diperlukan dalam persidangan, kami ready,” tutupnya. (del/rel)