Bantu Korban Kebakaran

Bantuan Bupati Banyuasin H Askolani diserahkan Kepala Dinas Sosial dan Perwakilan BPBD Kesbangpol. Foto: Mal/palpos.id

BANYUASIN, PALPOS.ID– Bupati Banyuasin H Askolani SH MH merespon cepat pEristiwa kebakaran yang terjadi di RT 12 Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III. Melalui Dinas Sosial Banyuasin dan BPBD Kesbangpol, bantuan diberikan untuk korban kebakaran.

Kepala Dinas Sosial Ir Alpian MM menjelaskan, bantuan yang diberikan cukup beragam. Mulai dari bahan makanan saji hingga tikar, selimut dan seragam sekolah untuk anak korban kebaran.

“Bantuan ini dari Bupati Banyuasin, atas nama Bupati Banyuasin kita ikut berduka,” ungkap Alpian didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Ahmad Riduan SPd MSi, Camat Banyuasin III Dra Yuni Khairani MSi dan Lurah Seterio Rusdi SH.

Alpian meminta agar masyarakat berhati-hati, mewaspadai potensi dan penyebab kebakaran. Ketika meninggalkan rumah untuk suatu keperluan, matikan kompor minyak tanah maupun gas dan alat listrik yang tak digunakan.

‘’Misalnya colokan Hp, cabut jika tidak terpakai. Anak-anak jangan menggunakan HP yang dicas langsung, itu bisa menjadi penyebab kebakaran. Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengimbau, hati-hati menggunakan listrik sebab sering mati lampu. Jika kabel listrik tidak standar, ini bisa menyebabkan terjadinya pemanasan dan kebakaran,” tegas dia.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi Kelurahan Seterio, Sabtu (15/6) lalu. Akibatnya 1 rumah warga di RT 12, milik Rasyid bin Hasanal Basori ludes terbakar.

Ketua RT 12 Kelurahan Seterio Suhardi menjelaskan,  peristiwa kebakaran yang terjadi pukul 12.30 WIB diduga akibat tabung gas meledak. Pasalnya Rasyid dan kelurga tengah di pasar, saat kejadian yang menghebohkan pengguna Jalan Lintas Timur Palembang Betung.

“Api membumbung tinggi, tetangga dan warga sekitar berusaha memadamkan api. Tiupan angin cukup kencang membuat kami kewalahan, warga berusaha menghubungi Damkar,” kata dia.

Namun kobaran api yang tak bersahabat, menghanguskan rumah sebelum petugas Damkar tiba di lokasi kejadian. “Rumah korban semi permanen, dominan berbahan kayu. Mungkin itulah penyebab api sulit dipadamkan,” terang dia.

Sementara itu, Lurah Seterio Rusdi SH membenarkan 1 rumah milik warganya ludes terbakar. Korban menderita kerugian Rp 80 juta rupiah, dikarenakan kelengkapan rumah tangga ludes dan bahan dagangan dilalap jago merah.

“Beruntungnya tidak ada korban jiwa, rumah yang terbakar berukuran 5×7 meter. Bentuknya semi permanen dan kebanyakan terbuat dari kayu,” beber Rusdi.

Lanjut dia, Rasyid dan istri mempunyai 3 orang anak. Dimana anak pertama kelas 3 SD, anak kedua 1 SD dan ketiga masih bayi. Kesehariannya, Rasyid ini menyadap karet dan sopir.

“Kini dia dan keluarganya mengungsi di rumah orang tuanya, ya di belakang rumah dia yang terbakar. Untuk bantuan tanggap darurat, kami sudah berkomunikasi dengan Dinas Sosial Banyuasin,” tandas dia.(MAL)