Jasad para korban saat dievakuasi, foto FIN/palpos.id

JAKARTA, PALPOS.ID –Korban meninggal dalam insiden tenggelamnya kapal motor (KM) Arim Jaya terus bertambah. Hingga sore kemarin (18/6), jumlah korban yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa mencapai 17 orang. Polda Jatim mengerahkan tim DVI (disaster investigation victim) untuk mengidentifikasi para korban.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menyatakan jumlah korban meninggal kemungkinan bisa bertambah. Sebab, masih ada beberapa orang yang belum ditemukan. Sementara itu, korban yang selamat tercatat ada 39 orang. “Lima orang masih hilang,” terangnya, kemarin (18/6).

Barung mengatakan korban yang selamat untuk sementara dirawat di puskesmas Dungkek. Sebagian dirujuk ke RSUD Sumenep karena membutuhkan perawatan lebih intensif. Rata-rata korban masih mengalami syok.

Belum dipastikan berapa jumlah penumpang yang ikut naik kapal dengan panjang 10 meter persegi itu. Data awal menyebutkan bahwa jumlah penumpang yang berada di atas kapal sekitar 57 orang. Namun, setelah dicek lebih lanjut, jumlahnya bertambah jadi 61 orang. “Itu data sementara, jadi belum pasti,” kata Barung.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku kesulitan mendata para korban. Sebab, semua korban tidak dilengkapi dengan manifes kapal di wilayah tersebut. “Secara administratif memang tidak ada dokumen penumpang maupun kapal. Tapi, tetap kita cari korban-korbannya,” tuturnya.

Menurut Barung, anggota tim DVI Polda Jatim dan Polres Sumenep yang berada di lokasi terus menggali informasi di lapangan. Persinel dari Kodim dan Basarnas juga ikut membantu memeriks para saksi korban.

Salah satu yang diperiksa adalah Arim, korban selamat yang merupakan nahkoda kapal. Sayangnya, pria 50 tahun itu tidak mengetahui pasti jumlah penumpang yang berada di atas kapalnya. “Dia (nahkoda, red) tidak tahu kalau urusan jumlah penumpang. Dia hanya mengoperasikan kapal,” imbuhnya.

Diakui, data terkait nama dan jumlah korban memang masih simpang siur. Karena itu, setelah bangkai kapal di angkat siang kemarin, anggota tim di lapangan masih fokus pada pendataan para korban.”Kita memastikan dulu data yang meninggal, selamat, dan hilang, karena datanya masih simpang siur,”ucapnya.

Perwira dengan tiga melati di pundak itu tidak mau berandai-andai terkait penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Bisa jadi, kecelakaan itu memang disebabkan oleh cuaca buruk di tengah laut. Bisa juga disebabkan karena kelebihan beban muatan kapal. Atau, ada unsur kelalaian dari nahkoda kapal.

Menurut Barung, penyebab tenggelamnya kapal akan diselidiki melalui proses investigasi. Hal itu akan dilakukan setelah semua korban ditemukan. “Nanti lah. Itu pasti akan diselidiki. Tapi, untuk saat ini kita fokus korban dulu,” pungkas perwira dengan tiga melati di pundaknya itu. (dbs/adi/ful/fan/fin)