KPU Akan Cocokan Data pada 638 TPS di Empat Lawang

Komisioner KPU Sumsel Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Hendri Alma Wijaya (baju hijau) saat memberikan keterangan pers kepada awak media. Foto: Istimewa/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID– Pasca Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan KPU Empat Lawang telah melakukan pelanggaran admisitrasi pada Pemilu 17 April lalu.

Kini, KPU Sumsel pun akan melakukan pencocokan data dengan menyandingkan data C1 Plano dengan DA1 dan DAA1 di 638 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Empat Lawang. “Kami tentu akan menindaklanjuti keputusan tersebut untuk melakukan penyandingan data. Tapi, kami masih menunggu hasil rapat antara Ketua KPU Sumsel dan KPU RI,” kata Komisioner KPU Sumsel Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Hendri Alma Wijaya saat ditemui di KPU Sumsel, Kamis (20/6).

Rapat ini untuk menentukan jadwal dan lokasi pelaksanaan pencocokan dan penyandingan data di lima Kabupaten di Empat Lawang. Proses pencocokan diperkirakan memakan waktu paling lama satu pekan. Seluruh logistik pemilu di lima kecamatan Kabupaten Empat Lawang, nantinya akan di bawa ke KPU Sumsel. “Nantinya hasil pencocokan ini akan disampaikan ke KPU RI untuk ditindaklanjuti. Kami berharap proses ini selesai paling tidak sebelum 1 Juli mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU Sumsel dan KPU Empat Lawang diduga telah melakukan pelanggaran administrasi pemilu. Hal ini diketahui berdasarkan salinan putusan Bawaslu RI.

Dalam putusan dengan nomor: 21/LP/PL/ADM/RI/00.00/V/2019 disebutkan bahwa KPU Sumsel dan Empat Lawang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran adminitrasi pemilu.

Sehingga, Bawalu memerintahkan untuk mencocokan formulir Model C-1 Plano-DPR seluruh TPS dengan formulir model DAA-1 DPR dan formulir model DA-1 DPR di lima kecamatan di Empat Lawang.

Putusan ini diberikan sesuai dengan laporan warga berinisial WA kepada Bawaslu RI dan putusan tersebut ditandatangani oleh lima majelis pemerikssaan dalam sidak terbuka di Bawaslu RI. (ANA)