Diskon 5% sampai 50% di sejumlah Supermarket Giant, foto FIN

JAKARTA,PALPOS.ID  – Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodatebek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.

Para karyawan Giant pada kebingungan dengan nasib mereka setelah tempat bekerja mereka tutup. Misalkan, salah satu pegawai Giant Ekstra Wisma Asri, Bekasi Utara yang enggan menyebutkan namanya ditawarkan perusahaanagarpensiun dini.

Dia telah bekerja selama lima tahun di Giant Bekasi. Selain pensiun dini, ada juga pegawain lain yang ditawarkan PHK dengan pesangon sesuai masa kerja.

“Ada juga yang ditawarkan untuk pindah ke Giant di Cikeas dan SCBD, tapi itu jauh dari tempat tinggal. Teman-teman nggak sanggup karena jaraknya jauh dari tempat tinggal dan banyak yang sudah berkeluarga,” ujar dia, kemarin (24/6).

Sementara di Giant Ekspres Mampang, Jakarta Selatan, para pegawai menutup rapat-rapat soal nasib mereka. Keengganan mereka terbuka kepada awak media karena atas perintah atasan mereka.

Ketika ditanya bagaimana dengan nasib mereka setelah Giant Ekspres Mampang tutup, dan kapan akan tutup, salah satu pegawai menjawab dengan singkat belum mengetahuinya.

“Kita belum tahu mas. Belum ada informasi dari pimpinan,” ujar salah pegawai Giant Ekspres Mampang.

Rupanya pihak manajamen Giant memang tertutup berkomentar mengenai beberapa gerainya yang akan tutup di Jabodetabek.

Terpisah, ketika ditanyakan rencana Giant akan tutup, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak Giant. Dia baru mendapat kabar dari pemberitaan.

“Aku belum cek. Harus cek dulu karena aku juga baru datang,” kata Hanif di Jakarta, kemarin (24/6).

Hanif melanjutkan, siklus perusahaan berdiri dan tutup adalah alami karena kalah disebabkan bersaing. Untuk itu, para pekerja yang terkena PHK harus benar-benar mempersiapkan diri dalam persaingan yang semakin ketat saat ini.

“Jadi antara yang hilang dan yang tumbuh itu akan selalu muncullah. Makanya buat kita yang penting bagaimana kita mempersiapkan tenaga kerja kita di tengah perubahan sekarang ini karena kalau nggak ya tentu repot,” ujar Hanif. (din/fan/fin)