Ilustrasi

TEHERAN,PALPOS.ID  – Negara-negara Arab menyuarakan kritik dan protes, terhadap rencana ekonomi Amerika Serikat (AS) dalam rangka mendamaikan Israel dengan Palestina.

Menurutnya, upaya AS tak akan membuahkan hasil selama tak memenuhi tuntutan politik Palestina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan, rencana ekonomi yang hendak diperkenalkan AS dalam acara konferensi ekonomi bertajuk Peace for Prosperity di Bahrain pada Rabu mendatang memalukan dan ditakdirkan untuk gagal.

“Konferensi dan penjualan Palestina ini tidak akan mengarah ke mana pun,” ujarnya, Senin (24/6).

Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri menegaskan, negaranya tidak akan menghadiri konferensi ekonomi di Bahrain. Hal itu merupakan bentuk solidaritas negaranya terhadap Palestina.

“Mereka yang berpikir bahwa melambaikan miliaran dolar dapat memikat Lebanon, yang berada di bawah tekanan krisis ekonomi yang mencekik, untuk menyerah atau menukar prinsip-prinsipnya, keliru,” kata Berri.

Aadapun partai-partai politik Mesir yang berhaluan kiri dan liberal mengecam konferensi ekonomi yang akan digelar AS di Bahrain.

Menurut mereka, kegiatan itu bertujuan melegitimasi pendudukan tanah Arab. Mereka mengatakan, setiap partisipasi negara Arab akan melampaui batas normalisasi dengan Israel.

Pada Ahad lalu, ribuan warga Maroko juga menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Ibu Kota Rabat.

“Kami datang ke sini untuk berbicara dalam satu suara sebagai orang Maroko dan menyatakan penolakan kami terhadap semua konspirasi yang menargetkan tujuan Palestina,” kata Slimane Amrani, wakil sekretaris jenderal partai PJD yang memerintah di sana.

Sementara, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, apa pun upaya yang memperbaiki kondisi Palestina harus disambut. Namun, dia menekankan penanganan proses politik dalam rangka menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina sangat penting.

“Rakyat Palestina adalah orang-orang yang memiliki keputusan akhir dalam hal ini, karena ini adalah masalah mereka. Jadi apa pun yang diterima rakyat Palestina, saya yakin, semua akan menerimanya,” ujar al-Jubeir. (der/rts/fan/fin)