Diduga Terlibat Kasus Pemerasan, Eks Karyawan PTBA Ditahan

Imron Yahidal (rompi kuning) tersangka kasus pemerasan saat ditahan Kejadi Muara Enim, Senin (1/7). Foto: Lukman/Palpos.id

MUARAENIM, PALPOS.ID- Eks karyawan PT Bukti Asam (Persero) Tbk, Imron Yahidal warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muara Enim, Senin (1/7) sore.

Tersangka ditahan karena diduga terlibat kasus pemerasan dengan korban Azis Koswara, karyawan PTBA yang tinggal di Kompleks Townsite Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim dengan nilai kerugian sekitar Rp 283 juta. Penahanan tersebut setelah penyidik Satreskrim Polres Muara Enim  melakukan  pelimpahan tahap 2  dengan mendatangkan tersangka.

Dikarenakan berkas perkara kasus pemerasan tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU Kejari Muara Enim. Pada pelimpahan tahap dua itu, tersangka didampingi penasehat hukumnya, Walamah SH.  Tersangka yang datang mengenakan celana panjang warna gelap dan batu kemeja warna biru langit ini tiba di kantor Kejari Muara Enim sekitar pukul 11.30 WIB.

Dia datang ke kantor tersebut mengendarai mobil pribadi  jenis Toyota Fortuner warna hitam nopol BG 1053 DF bersama penyidik Satreskrim Polres Muara Enim dan penasehat hukum.

Kasi Pidum Kejari Muara Enim, Mario Churairo, yang sempat dikonfirmasi mengatakan, bahwa berkas perkara kasus pemerasan tersebut sudah P-21.

“Hari ini (kemarin) tinggal pelimpahan tahap 2 berikut tersangkanya,” jelasnya.

Ditanya apakah tersangka akan dilakukan penahanan? Dijawabnya, masih akan dilakukan pertimbangan.

“Kalau saya pengennya tersangka ditahan. Namun kita masih mempertimbangkan aspek kesehatan tersangka,” jelasnya.

Penasehat Hukum (PH) tersangka, Walamah SH, yang sempat dibincangi saat mendampingi  pelimpahan tersangka di kantor Kejari mengatakan, mengharap agar tersangka tidak dilakukan penahanan.

“Kalau ditahan tentunya kami akan mengajukan permohonan penangguhan dengan memberikan jaminan,” jelas Walamah.

Sementara itu, penasehat hukum korban, Bahren SH mengucapkan terimah kasih kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muara Enim yang telah melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Dengan telah dilakukannya tahap 2 dari Polres ke Kejari dan tersangka dilakukan penahanan, saya selaku PH dari pelapor mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Muara Enim  dan kejari Muara Enim dalam menangani perkara dari laporan kkien  kami atas nama Azis Koswara,” jelas Bahren.

Maka, lanjutnya, perkara tersebut telah mendekati babak  akhir. “Insya Allah dalam waktu dekat perkara ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri, sehingga majelis bisa memeriksa, mengadili perkara ini dan menjatuhkan vonis,” jelasnya.

Menurutnya, perkara tersebut telah berlangsung lebih kurang 3 tahun. Perkara  dilaporkan pada  awal  Maret 2016 lalu  ke Polres Muara Enim dengan tuduhan dugaan pemerasan oleh  Imron Yahidal dengan nilai uang sekitar Rp 283 juta.

“Pemberian uang itu dilakukan korban kepada tersangka secara bertahap baik melalui sms banking, setor tunai maupun penyerahan tunai. Ancaman hukuman yang digunakan pasal 368 KUHP dengan ancaman  9 tahun penjara,” jelasnya.

Menurutnya, tersangka melakukan pemerasan kepada keliennya, dengan tuduhan bahwa korban ada “main” dengan istri tersangka. Padahal setelah dilakukan pengecekan, korban tidak pernah melakukan hubungan istimewa dengan istri tersangka.  (man)