Penulisan Ijazah Harus Sesuai Tuntunan Dari Kemendikbud

Suasana Sosialisasi dan Sinkronisasi Penulisan Ijazah SD oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang, Selasa (2/7). Foto: umnah/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID- Kasi kurikulum Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Palembang, menggelar sosialisasi dan sinkronisasi penulisan ijazah SD dengan tujuan untuk menghindari kesalahan dalam penulisan di ijazah siswa SD.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa ijazah merupakan berkas penting yang wajib dimiliki siswa yang telah menamatkankan pendidikannya di jenjang-jenjang sekolah tertentu.

Hal ini disadari oleh pihak Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan Kota Palembang, untuk itu perlu adanya penyamaan mekanisne pengisian blanko ijazah guna menghindari kesalahan yang nantinya dapat menimbulkan permasalahan serius dikemudian hari.

Gelaran sosialisasi dan sinkronisasi ini menghadirkan kepala sekolah negeri maupun swasta yang ada di Kota Palembang, dan dilaksanakan berdasarkan kecamatan mulai dari 23 Juni hingga 4 Juli 2019 mendatang.

Kasi Kurikulum SD Disdik Kota Palembang, Akhmad Kamil mengatakan, jika kegiatan sosialisasi ini dibagi berdasarkan kecamatan.

“Agar kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan kondusif, sehingga peserta bisa berkonsentrasi, ditakutkan kalau sudah terlalu banyak nanti malah para peserta tidak bisa fokus memahami materi sosialisasinya,” katanya, Selasa (2/7).

Dirinya juga menjelaskan, jika kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pendidikan Kota Palembang melalui bidang Kurikulum SD, untuk membuat kesepakatan bersama.

“Gunanya untuk menyamakan persepsi dalam penulisan ijasah, khususnya pada poin penting yang harus dicantumkan pada ijazah. Meski dari tahun ke tahun penulisan ijazah itu sudah rutin dilaksanakan, namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan ada yang harus ditambah dan dikurangi,” jelasnya.

Sehingga lanjut Kamil,  penulisan ijazah itu benar – benar sesuai dengan tuntunan dan aturan yang telah ditetapan dari Kemendikbud.

”Ada beberapa perubahan di tahun ini dalam penulisan ijazah seperti kode sekolah yang biasanya tiga digit sekarang menjadi empat digit, nomor siswa atau nomor peserta ujian yang dulunya tiga digit sekarang menjadi empat digit juga,” sambungnya.

Kamil menambahkan, jika data  penulisan ijazah harus bersumber pada akte kelahiran anak.

“Andaikan akte kelahiran anak itu tertulis tidak pakai gelar  meski orang tuanya memiliki gelar, tetapi penulis ijazah harus tetap berpedoman pada keterangan yang ada pada akte kelahiran saja,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Kamil berharap agar penulisan ijazah di tahun ini haruslah dilakukan secara cermat dan hati-hati.

“Itu tidak lain karena adanya keterbatasan blanko ijazah yang disediakan. Dan yang tidak kalah pentingnya agar ijazah yang diterima peserta didik tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Sebab Ijazah SD ini peletak dasar untuk penulisan ijazah di sekolah lanjutan berikutnya,” tutupnya. (umn)