Diterjang Dua Pelor, Akhirnya Pelarian Muryadi Terhenti

Tersangka Muryadi dihadirkan dalam pres rilis di aula Satres Narkoba Polresta Palembang, Senin (8/7). Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID- Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang berhasil meringkus Muryadi alias Nanang (39), warga Jalan Menumbing, Gang Kaba, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang. Muryadi ini merupakan dalang dari kaburnya 30 tahanan narkoba Polresta Palembang, Minggu (5/5) yang silam.

Muryadi ditangkap di terminal Cicaheun dekat Lapas Sukamiskin, Jalan HA Nasution, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/7), sekitar pukul 12.15 WIB.

Meski tidak melakukan perlawanan saat ditangkap, namun buronan ini berusaha kabur ketika akan dibawa ke Polresta Palembang. Terpaksa polisi melumpuhkan Muryadi dengan dua tembakan di kedua kakinya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah melalui Kasat Narkoba, Kompol Achmad Akbar mengatakan, sebelum melakukan penangkapan  Muryadi, terlebih dulu tim  Unit 6 Satres Narkoba  pimpinan Iptu Zulkarnaen melakukan penyelidikan selama sepekan.

“Anggota kita sudah mengintai Muryadi ini sejak satu minggu lalu, sejak dari Taksikmalaya, Cirebon hingga ditangkap di terminal Cicaheun dekat Lapas Sukamiskin, saat tersangka ingin transit bus ke Jakarta,” kata Akbar, ketika menggelar hasil tangkapan, Senin (8/7).

Dikatakan Akbar, tersangka Muryadi merupakan provokasi yang mengajak tahanan lain kabur. Bahkan setelah kabur, Muryadi juga yang membiayai tahanan lain untuk pergi meninggalkan Kota Palembang.

“Jadi selain otak kaburnya 30 tahanan pada awal Mei lalu, Muryadi ini juga sebagai penyumbang dana sehingga tahanan yang lain dimudahkan untuk pergi. Alasannya kabur dari sel tahanan kita, karena ingin menghindari hukuman. Saat kabur, dia sudah menjalani hukuman sekitar 50 harian,” jelas Akbar.

Akibat perbuatannya ini, tegasnya, tersangka Muryadi yang tercatat sebagai bandar narkoba kelas menengah ini, akan dikenakan ayat 2 pasal 112, 114 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Dengan ditangkapnya satu lagi tahanan ini, maka masih tersisa 7 tahanan kabur lagi yang belum tertangkap. Keberadaan mereka sudah kita deteksi, ada yang masih di Sumsel dan ada juga di luar Sumsel,” ujar Akbar seraya menambahkan, dalam waktu dekat akan diadakan sayembara.

Bagi masyarakat yang aktif memberikan informasi dan kita berhasil menangkap tersangkanya, maka ada imbalan dana dari Polresta Palembang. (zon)