Napi Gembong Narkoba Ditangkap di Rumah Pacar

Barang bukti yang disita Unit Ranmor dari tersangka David, Senin (8/7). Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID- Dua dari empat narapidana kasus narkoba yang kabur dari Lapas Pakjo Palembang berhasil diringkus.  Keduanya adalah David Haryono, warga Jalan Puskesmas Taba, RT 03, Kecamatan Lubuk Linggau Timur dan Syarif Hidayah,  warga Jalan Kejawen, Kelurahan Pipa Reja, Kemuning, Palembang.

David yang merupakan gembong narkoba terkait kepemilikan 3 kilogram sabu ini, diringkus di rumah pacarnya bernama Caca di Kertapati Palembang, Minggu (7/7), sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan Syarif menyerahkan diri kepada petugas Lapas yang memburunya.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Dr H Sudirman D Hury MM MSi  didampingi Kadiv Pemasyarakatan, Giri mengatakan, pasca insiden kaburnya 4 napi  narkoba Lapas Kelas IA Pakjo, pihaknya telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pengejaran dan penyelidikan.

Hasilnya dua napi yang kabur berhasil ditangkap kembali. Menurutnya, penangkapan David hasil dari pengembangan dari diamankannya Syarif Hidayah.

“Setelah petugas kita kerahkan bersama kepolisian, pertama kita dapat Syarif Hidayat. Lalu menyusul napi atas nama David. Dia ini kepala gengnya,  diamankan bersama Caca pacarnya. Caca ini yang bawa gergaji,” katanya.

Dengan tertangkapnya David dan Syarif, maka dua napi lagi yang masih dalam pengejaran. Keduanya adalah Peri Heryanto dan Subhan. Rumah kedua napi ini sempat digerebek petugas,  tetapi keduanya sudah keburu kabur.

“Pengejaran masih tetap dan pengembangan informasi terus kita lakukan, dengan berkoordinasi bersama kepolisian. Untuk 15 petugas jaga kita periksa hari ini, sejauh mana ada keterlibatan atau tidak, ada kelalaian atau tidak akan kita lihat, tentu bila terbukti disanksi,” jelasnya.

Disinggung  para bandar dan pengedar narkoba terus membuat ulah, menurut Sudirman berurusan dengan pelaku narkoba memang hal yang berbeda.

“Mereka ini kan sudah addic, jadi otak mafianya jalan. Sudah sedemikiannya terpengaruh zat zat berbahaya ini. Orang pengguna narkoba sulit dipercaya. Pertama dia otaknya sudah tidak normal. Lalu, dia divonis 20 tahun, maka jadi dia nekar,” bebernya.

Menyangkut Tindak Pidana Pencucian Uang  (TPPU) terhadap napi  bernama David dan kedua rekannya, dari hasil penyelidikan memang yang bersangkutan kaya dari hasil bisnis terlarang itu.

Sementara, Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham, Giri mengatakan, saat ini bagi kedua napi yang ditangkap akan dilakukan pemeriksaan dan penahan di maksimum sekuriti.

“Ini kan residivis masih dalam proses, untuk dua lagi belum ditangkap. Kita imbau Periyanto dan Subhan untuk menyerahkan diri, penyelesaian hukum harus segera tidak bisa dibiarkan. Sedangkan hukuman bagi dua tersangka ini tentu akan lebih berat karena pelanggaran,” ungkapnya.

Untuk diketahui, empat napi kabur dari Lapas Pakjo diketahui, Jumat (5/7), sekitar pukul 06.30 WIB. Keempat napi tersebut, berhasil kabur setelah memotong terali dan naik pagar setinggi 8 meter menggunakan kain.

Salah satu napi kabur bernama David, terlihat dengan kondisi kaki diperban karena luka tembak sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas Unit Ranmor Polresta Palembang, sebelum diserahkan ke Lapas Pakjo.

Selain mengamankan David, turut disita beberapa barang bukti berupa 9 lembar kain yang digunakan untuk kabur, sebongkah pecahan batu bata, 2 potong besi tralis penjara, tali nilon, paku yang dimodofikasi diduga untuk senjata, tang, pisau, gunting, gergaji besi, 2 potong pipa paralon, dan 1 tas dukung. (den/zon)