Baru Pacaran Lima Hari, Mahasiswi Diperkosa

Tersangka Sendri Saputra (baju orange) yang dibekuk aparat Polres Prabumulih, kemarin.

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Sendi Saputra (22), warga Desa Sugihan Kacamatan Rambang Kabupaten Muara Enim harus merasakan tidur di hotel prodeo Polres Prabumulih. Pasalnya, Sendi diduga telah merenggut paksa kehormatan  seorang mahasiswi berinisial FI  salah satu perguruan tinggi swasta di Prabumulih.

Sebenarnya antara Sendi dan FI baru lima hari resmi menjadi kasih alias berpacaran. Buah dari perbuatannya,  Sendi ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Prabumulih pimpinan AKP Abdul Rahman, di sebuah kontrakan Jalan Mampang Prapatan Gang Mustain Jakarta Selatan, Selasa (9/7), sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasar data dari pihak kepolisian, penangkapan  penjahat kelamin ini bermula dari laporan FI di SPK Polres Prabumulih, Selasa (11/06) yang lalu. Dalam laporannya, korban mengaku telah diperkosa oleh Sendi Saputra di ruko Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, Sabtu (8/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dikatakan korban, malam itu pelaku menelpon dan meminta agar menemuinya disebuah ruko. Saat itu korban langsung mendatangi tempat dimaksud seorang diri.  Saat korban datang, Sendi yang tak dapat menahan sahwat langsung menarik korban ke dalam ruko sembari menggerayangi tubuh indah korban. Saat itu korban sempat berontak, namun dengan sigap pelaku mengunci tangan korban dan menahan kaki korban hingga tak berdaya.

Setelah memastikan korban sudah lemah, barulah pelaku melaksanakan niat bejatnya menggagahi korban. Saat itu, Sendi sempat mengangkat korban keatas meja dan kursi yang ada di ruko. Puas menyalurkan nafsu bejatnya, Sendi lalu menyuruh korban pulang setelah sebelumnya sempat mengatakan akan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Korban yang merasa sakit hati atas perbuatan tersangka, langsung menceritakan peristiwa yang dialaminya. Selanjutnya, kejadian itu langsung dilaporkan ke Polres Prabumulih. Menindaklanjuti laporan korban, tim opsnal Satreskrim Polres Prabumulih langsung melakukan penyelidikan.

Hingga akhirnya didapat informasi pelaku bersembunyi di kontrakan temannya di Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Tak menyia-nyiakan waktu, tim opsnal langsung bergerak cepat mengejar tersangka. Tanpa perlawanan, tersangka ditangkap ditempat persembunyian saat tengah tertidur pulas.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta SIk MH didampingi Kasatreskrim AKP Abdul Rahman SH MH menegaskan, berdadarkan hasil penyidikan tersangka memang telah merencanakan perbuatan tersebut.

“Ada unsur perencanaannya, di mana tersangka meminta korban datang ke TKP saat pemilik ruko sedang tidak ada. Karena itu tersangka kita jerat pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara, tersangka mengaku nekat memperkosa korban karena tak dapat menahan syahwatnya karena sering nonton film porno melalui internet. “Nafsu aku pak, tapi aku siap tanggungjawab,” ucapnya dengan nada pelan. (WAN)