Geger, Mayat Karyawan PT ARU Ditemukan Tergantung di Dahan

MURATARA, PALPOS.ID – Areal PT Agro Rawas Ulu (ARU) digegerkan dengan penemuan mayat salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Korbannya, Jepriadi Gultom (32), warga Jalan Beringin Ujung, Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Jepriadi ditemukan dalam kondisi tewas tergantung  di dahan kayu, Selasa (9/7), sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi jasadnya sudah membusuk dikerumuni lalat.

Orang yang pertama  menemukan jasad korban adalah salah satu karyawan PT ARU yang sedang melakukan pemanenan buah kelapa sawit bernama Faisal. Saat itu, Faisal tiba-tiba mencium bauk busuk yang menyengat. Merasa penasaran, lalu ia mencari  sumber bau busuk tersebut. Kemudian langsung kaget ternyata mayat orang yang sudah membusuk, Selasa (9/7), sekitar pukul 13.00 WIB.

Seketika Faisal langsung menjerit dan memanggil temannya, memberitahukan bahwa ada orang meninggal dengan posisi tergantung di dahan kayu.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro SIK melalui Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Ujang AR, membenarkan adanya penemuan mayat di areal perkebunan kelapa sawit PT ARU.

Menurutnya, korban meninggal dalam kondisi gantung diri di dahan kayu menggunakan kain. Korban pertama kali ditemukan oleh salah satu karyawan yang sedang memanen buah sawit, kemudian langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada pihaknya.

“Korban diketahui bernama Jepriadi Gultom, meninggal dengan kondisi gantung diri di dahan kayu menggunakan kain yang diduga milik korban sendiri,” ungkapnya.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan teman korban, Minggu (7/7), sekitar pukul 03.00 WIB, korban ingin buang air besar dan ada teman satu lagi keluar ingin buang air kecil. Teman yang buang air kecil sudah kembali ke dalam tenda, sedangkan korban tidak pulang-pulang.

Selanjutnya teman-teman korban melakukan pencarian, akan tetapi tak kunjung ditemukan. Karena tidak ketemu juga, akhirnya teman-teman korban berpikir bahwa korban pulang ke Medan.

“Berdasarkan keterangan dari teman-temannya, korban menghilang selama tiga hari, akan tetapi korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota langsung menuju lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara(TKP). Selanjutnya mayat korban dibawa ke Puskemas Rawas Ulu untuk dilakukan visum, karena tidak bisa langsung dibawa ke RSUD Sobirin Lubuklinggau.

“Kalau untuk dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat gantung diri, karena belum diketahui apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, sebab hasil visum belum didapat,”bebernya. (RAT)