Bujang Lapuk Perkosa Bocah Bisu

Korban didampingi keluarga melapor ke SPKT Polresta Palembang. foto :amizon

PALEMBANG, PALPOS.ID – Perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur dialami APL (14), gadis penderita tuna wicara atau bisu.

Ia diduga diperkosa oleh tetangganya sendiri, Mirza (40), warga Jalan Inspektur Marzuki, Sei Saling, Kelurahan Siring Agung, Palembang.

Informasi dari pihak keluarga korban, kejadiannya, Jumat (12/07), sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu korban sedang bermain di depan rumah pelaku, lalu tiba-tiba dari belakang korban dibekap pelaku menggunakan saputangan diduga sudah diberi bius, sehingga korban lemas dan langsung diseret ke dalam rumah pelaku.

“Kami tanya dengan adik saya, katanya saat di dalam rumah pelaku, tanggannya diikat dengan tali dan dia diperkosa secara bergantian oleh pelaku dan dua atau tiga temannya yang tidak dikenal,” kata Al, kakak ipar korban ketika ditemui di SPKT Polresta Palembang, Sabtu (13/07).

Setelah mengetahui apa yang dialami korban, lantas pihak keluarga mendatangi rumah pelaku yang berstatus bujang tua tersebut, tapi pelaku tidak berada di rumah.

“Dia itu bujang tua, kerjanya sering ikut ngurusi partai. Karena tidak ketemu waktu dicari di rumahnga, makanya hari ink (kemarin) kami melapor ke Polresta Palembang,” jelasnya.

Senada dikatakan, Kurniawansyah (38), ayah korban. Ia mengetahui anaknya telah diperkosa pelaku dari anak pertamanya, ketika sedang bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya tanya sama anak saya dengan bahasa isyarat, katanya dia  telah diperkosa oleh pelaku bersama dua atau tiga temannya yang menunggu di rumah pelaku,” ungkapnya.

Saat diperkosa, tambahnya, kondisi korban dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius ketika mulutnya dibekap dengan sapu tangan oleh pelaku.

“Lalu pelaku mengikat tangan anak saya dan melepas semua pakaiannya, lalu memperkosa anak saya. Saya tidak terima karena anak saya ini masih kecil dan bisu, saya sakit hati, Pak,” ucapnya dengan nada kesal sambil merangkul korban.

Terkait kasus asusila ini, Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan tentang tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur tersebut.

“Benar, laporannya sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Unit PPA. Keluarga korban juga membawa beberapa pakaian yang dikenakan korban waktu dicabuli, sebagai barang bukti,” jelasnya.(ZON)