Oknum Kades Diduga Dalangi Pengoplosan Beras Subsidi

Pabrik penggilingan padi milik Junaidi yang dijadikan tempat pengoplosan beras subsidi oleh oknum Kades Ulak Jermun. foto : istimewa

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Jajaran Polsek Sirah Pulau Padang Polres OKI dibantu warga setempat menggrebek pabrik penggilingan padi milik Junaidi alias Tagok (45), di RT 06 Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI yang sedang mengoplos beras rastra milik pemerintah, Jumat (12/07), sekitar pukul 01.00 WIB.

Pengoploson diduga didalangi oleh oknum Kepala Desa (Kades) Ulak Jermun, Sukarman (45) yang bekerjasama dengan pemilik pabrik yang dibantu oleh sejumlah warga.

Modusnya, rastra bersubsidi dari pemerintah dioplos dengan cara menganti karung bersubsidi 10 Kg ke karung biasa nonsubsidi  50 Kg. Kemudian baru dijual kembali.

Dalam penggrebekan tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa 1,2 ton rastra yang diperuntukan bagi warga kurang mampu yang terdiri atas 57 karung masih tersegel belum terbuka, 32 karung sudah terbuka, 31 karung sudah kosong dan 5 karung sudah dalam karung biasa 50 Kg.

Menurut  Suparman (63), salah seorang saksi mengaku, informasi ini didapatkan dari saudara kandung Kades Ulak Jeremun yang menelponnya kemarin (12/07), pukul 01.00 WIB. Kemudian ia dan warga lainnya langsung ke lokasi dan mendapati Kades Ulak Jeremun Bernama Sukarman yang sedang mengunci gudang .

“Kami langsung Tanya dia, dan mengancam akan melapor ke polisi tapi ditantangnya, silahkan saja,” terangnya.

Kemudian ia bersama warga melihat pemilik gudang dan pelaku tengah mengoplos beras dari karung bersubsidi 10 kg  karung biasa 50 kg.

Lalu pihaknya mengambil foto dan langsung melapor ke Polsek Sirah Pulau Padang. Sekitar pukul 03.00 WIB, polisi yang dipimpin Kanitreskrim Polsek Sirah Pulau Padang  Aiptu Bambang datang  tapi di lokasi tidak ditemukan Kades sudah melarikan diri.

Ditambahkannya, beras  yang dioplos ini merupakan beras sisa yang dibagikan  kepada warga. Informasinya ada 3 ton tapi yang berhasil diamankan 1,2 ton.

Selama ini  warga hanya menerima  bantuan beras 5 kg  ini terjadi sejak satu tahun terakhir tidak ada laporan dari warga karena takut.  Informasinya pengoplosan ini sudah tiga bulan terakhir dilakukan  Kades bilang beras itu mau disumbangkan ke masjid.

Kepala Dinas Sosial OKI, Amiruddin MSi menjelaskan belum menerima informasi penangkapan oknum kades ini karena sejak awal tahun lalu rasta dibagikan melalui dinasnya. Biasanya distribusi setiap bulan untuk daerah yang mudah dijangkau, tapi daerah perairan dua bulan sekali.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra melalui Kapolsek Sirah Pulau Padang AKP Bachtiar membenarkan adanya penangkapan tersebut. Pihaknya berhasil mengamankan Tagok (45) pemilik penggilingan padi di RT 06 Desa Ulak Jermun  dan Ringgo (40), Ketua RT 01 Desa Ulak Jermun.

“Kadesnya masih dalam pengejaran karena saat dihubungi nomornya tidak aktif,”bebernya.

Kasus ini akan dilimpakan ke Polres OKI. Selain bersama turut diamankan  57 karung masih tersegel belum terbuka, 32 karung sudah terbuka, 31karung sudah kosong dan 5 karung sudah dalam karung biasa 50 kg. Diduga beras tersebut  akan dijualkan Kades Ulak Jermun.(jem)