Siswa SMA Tewas saat Ikuti MOS, Ini Hasil Forensik

Siswa SMA Taruna Nusantara yang diminta keterangan oleh aparat Polresta Palembang untuk mengusut kematian DJ, Sabtu (13/07). foto : amizon

PALEMBANG,PALPOS.ID – Seorang siswa baru  SMA Taruna Indonesia, DBJ (14), tewas ketika mengikuti masa orientasi siswa (MOS), Sabtu (13/07), sekitar pukul 03.00 WIB.

Sebelumnya, DB sempat dilarikan ke RS Myria Palembang, sekitar pukul 02.00 WIB. Keluarga korban baru mendapat kabar dari pihak sekolah, sekitar pukul 04.00 WIB. Atas kejadian ini, kedua orang tua korban melapor ke SPKT Polresta Palembang.

Menindak lanjuti laporan tersebut, unit Reskrim Polresta Palembang langsung bergerak cepat dan memanggil sekitar 8 saksi, yakni dari teman-teman satu regu korban dan senior di sekolah tersebut.

Beberapa saksi dari tim seregu korban ketika MOS yang dipanggil, yakni Ar (15), Er ( 16), dan Wah (14). Sedangkan salah satu di antaranya kakak tingkatnya, yakni Ink.

Ditemui di ruang piket unit Pidum Polresta Palembang,  Ar mengatakan, saat kejadian korban bersama siswa lainnya hendak pulang ke taruna.

“Kami pulang jalan kaki dari pesantren di daerah Talang Jambe ke sekolah. Di perjalanan, korban menanya air. Setau saya dia tidak banyak minum, karena katanya  punya riwayat dehidrasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ar, dia juga mendengar kalau korban sempat meminta obat sakit kepala kepada tim kesehatan.

“Katanya minta obat Paracetamol dengan panitia, dan di perjalanan dia sudah terlihat pucat. Tapi dia masih ikut berbaris untuk melewati selokan, lalu tiba-tiba dia terjatuh,” jelasnya.

Sebelum pemanggilan sejumlah saksi, orangtua korban mendatangi SPKT Polresta Palembang untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut.

Namun, saat akan diwawancara, orangtua korban enggan memberi keterangan dan hanya menangis. Lalu seorang lelaki dari keluarga korban melarang wartawan mengambil gambar ataupun vidio.

“Tolong jangan direkam-rekam atau difoto. Jangan diberitakan, kami sedang berduka,” katanya kepada pewarta Polresta.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian juga belum memberikan statement resmi terkait tewasnya salah satu siswa SMA Taruna Nusantara Indonesia yang beralamat di Jalan Pendidikan, Kecamatan Sukarami Palembang tersebut.

Sementara itu,  dokter Forensik Bhayangkara Palembang Dr Indra Saykti Nasution mengatakan hasil pemeriksaan  baik  luar maupun dalam tubuh korban, ditemukan kekerasan bagian kepala dan dada.

“Diduga ada pukulan benda tumpul dan benturan keras di kepala. Di bagian belakang kepala ditemukan darah dan masih banyak lagi serapan darah di bagian kepala dan dada,” ujar Dr Indra Saykti Nasution. (ZON/ADI)