2019, SD di Palembang Harus Terapkan K-13

Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Bahrin SPd. Foto: umnah/Palpos.id

PALEMBANG,PALPOS.ID- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau seluruh sekolah wajib menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2019/2020 tanpa kecuali. Hal ini diatur dalam Permendikbud No 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan kurikulum tahun 2006 dan kurikulum 2013 tahun 2019/2020, maka semua sekolah di seluruh Indonesia memberlakukan K-13.

Menaggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Bahrin SPd melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SD, Akhmad Kamil mengungkapkan, bahwa memasuki tahun ajaran 2019/2020, maka semua SD di Kota Palembang wajib menggunakan kurikulum 13 (K-13).

“Wali murid tidak perlu khawatir tentang anaknya, penerapan K-13 ini lebih efisien untuk mendorong perkembangan sensor motorik anak-anak lebih maju lagi. Karena di umur-umur itu otak kiri-kanan anak, serta sensor motoriknya lagi bagus-bagusnya. Ini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan pendidikan karakter bagi generasi kita,” katanya, Rabu, (17/7).

Dirinya juga mengatakan jika penerapan K-13, bobotnya lebih banyak mendalami pendidikan karakter.

“K-13 pada pelaksanaanya untuk SD/MI menggunakan pembelajaran tematik intregatif. Pembelajaran tematik terpadu (integratif) merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, adapun target dari implementasi K-13, yang pertama perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kemudian pemerintah menargetkan terjadi perubahan budaya literasi di sekolah. Misalnya, guru dapat menargetkan siswanya untuk menuntaskan 4 hingga 5 buku bacaan per tahun.

“Anak-anak jangan cuma disuruh untuk menghafal. HOTS (Higher Order Thinking Skills) itu bukan hanya milik anak SMA saja. Tetapi sejak Sekolah Dasar (SD)  harus diperkenalkan kepada peserta didik kita,” ujarnya.

Targetnya, sekolah harus mampu memperkenalkan dan melatih keterampilan abad ke-21 ke peserta didik.

“Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 143, Rismawati mengatakan, jika peserta didiknya saat memasuki tahun ajaran baru ini mulai dari kelas 1-6 sudah menggunakan K-13 dengan kategori berbeda-beda penggunaan tematiknya.

“Pengunaan K-13 lebih mudah bagi guru dalam memberikan pengajarannya di kelas serta pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan,” tutupnya.(umn)