Danau Ranau Tercemar Sampah dan Sulit Diatasi

Tampak tumpukan sampah memenuhi tepian danau ranau, Rabu (17/7). Foto: kristian/Palpos.id

MUARADUA, PALPOS.ID- Permasalahan sampah yang terus mengotori objek wisata Danau Ranau, nampaknya masih belum bisa diatasi dengan baik. Terutama di sekitaran Pasar Inpres Kelurahan Bandar Agung Ranau, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Danau Ranau (Pokdarwis Widara), Herman menerangkan, keberadaan sampah limbah rumah tangga, juga rumput danau tersebut memang sangat mengkhawatirkan dan terus mengotori danau.

Menurutnya, ada satu titik tempat sampah yang sangat sulit dibersihkan karena terkendala lokasi.

“Tempatnya cukup padat pemukiman penduduk semakin menyulitkan dalam pembersihan sampah-sampah itu. Juga sekitaran pasar tradisional menjadi tempat favorit pembuangan sampah. Setiap kali dibersihkan sampah-sampah tersebut kembali muncul dan penuh,” terangnya, Rabu (17/7).

Kepala Pasar Banding Agung, Agus Cahyono juga mengaku kesulitan menangani sampah di sekitaran Pasar Inpres, karena terkendala peralatan dan lokasi yang cukup menyulitkan.

“Menangani sampah bukanlah hal yang mudah, apalagi sampah di permukaan danau. Jika membersihkan sampah dilakukan secara manual, itu sangat sulit. Makanya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya mendatangakn alat mengakut sampah untuk bisa mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang warga Pasar Inpres, kris (40) mengatakan, sebenarnya sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap ini bukan hanya berasal dari warga sekiar, namun juga sampah kiriman.

“Kami sebenarnya tidak membuang sampah ke danau tapi rumput (golong) yang membusuk, dan sampah kiriman juga banyak. Lihat saja saat ada ombak besar, sampah-sampah itu berdatangan,” kata Kris. (tian)