Empat Tersangka Dugaan Korupsi Tugu Tapal Batas Ditahan

Penyidik Pidkor Satreskrim Polresta Palembang ketika akan menyerahkan berkas tahap 2 dan keempat tersangka dugaan korupsi ke Kejari Palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang melimpahkan berkas tahap 2 beserta barang bukti dan keempat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan tugu tapal batas Palembang-Banyuasin di Jakabaring ke Kejari Palembang, kemarin.

Keempat tersangkanya, yakni KH selaku Kasi Tata Bangunan Dinas PUCK Palembang, dua kontraktor AT dan MIT serta seorang konsultan pengawas AS. Setelah berkas diterima, keempat tersangka langsung dilakukan penahanan oleh Kejari Palembang.

Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidkor, Iptu Hamsal, membenarkan pihaknya melimpahkan berkas tahap 2 terkait dugaan korupsi pembangunan tugu batas Kota Palembang-Banyuasin yang merugikan negara lebih dari Rp 500 juta tersebut.

“Hari ini (kemarin) kita  melimpahkan berkas tahap 2  ke Kejari Palembang, termasuk beberapa berkas dokumen sebagai barang bukti dan keempat tersangkanya,” kata Yon, sebelum mengirim berkas tahap 2 dan tersangka ke Kejari Palembang, kemarin.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama melalui Kasubsi Penuntutan, Hendy Tanjung, membenarkan pihaknya menerima pelimpahan perkara dugaan tindak pidana korupsi dari penyidik Polresta Palembang.

“Benar, selain itu kita juga menerima pelimpahan keempat tersangkanya dan untuk sementara ini dilakukan penahanan. Selanjutnya kita akan segera limpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan untuk disidangkan,” kata Hendy.

Dikatakannya, perkara pembangunan tugu batas Kota Palembang-Banyuasin di kawasan Jakabaring ini telah berjalan sejak 2013 yang silam.

Pembangunannya terindikasi menyimpang karena diduga terdapat kekurangan volume dalam pengerjaannya, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 505 juta.

“Sebetulnya ada empat perkara dugaan korupsi terkait pembangunan tugu perbatasan yang sedang dilakukan penyelidikan, tapi baru satu yang naik karena tiga lainnya masih terkendala audit kerugian negara,” ungkapnya.

Untuk diketahui, keempat tersangka melanggar ketentuan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No.31 Tahun 1999. Sebagaimana yang telah diubah dalam UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Lalu pasal 3 jo pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan  pasal 9 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (ZON/ECO)