Palembang Siap Bangun PLTSa

Wali Kota Palembang H Harnojoyo mengikuti rapat terbatas PLTSa menjadi tenaga listrik, bersama Menko Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (18/7). Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID- Wali Kota Palembang, H Harnojoyo menghadiri rapat terbatas tentang Pengembangan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi Tenaga Listrik, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, di ruang rapat 2 kementerian itu, Kamis (18/7).

Rapat terbatas ini dihadiri para pimpinan instansi, badan, lembaga, dan kementerian terkait. Hadir pula para kepala daerah yang daerahnya melaksanakan program PLTSa, yakni Surabaya, Surakarta, Bali, DKI Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Semarang, Makassar, Tangerang, Sulawesi Utara, Tangerang.

Seusai rapat, Wali Kota Palembang H Harnojoyo mengatakan, Ratas hari ini menindaklanjuti hasil ratas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (16/7/2019) lalu.

“Dalam rapat itu, Presiden menekankan pentingnya menuntaskan persoalan sampah. Jadi melalui rapat hari ini, kami berharap ada solusi terbaik, sehingga masalah sampah di Palembang clear,” ujar Harnojoyo diwawancarai usai rapat.

Pada rapat dengan Menko Kemaritiman hari ini, kata Harnojoyo, Palembang siap melanjutkan proyek PLTSa tersebut.  Apalagi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar juga menyetujui pola kerja sama PLTSa untuk Palembang adalah pola BOO (Build Own Operate).

Yang jadi kendala bagi Palembang sebelumnya, adalah kerja sama dengan pihak ketiga dengan pola BOO.  Masalahnya,  kerja sama  dengan pola ini tidak diatur dalam Peraturan Kementerian ESDM, yang memakai skema BOOT.

“Yang jadi acuan itu peraturan yang lebih tinggi. Ini sudah ada perpresnya yang lebih tinggi dari peraturan menteri. Ya sudah, Pak Wali Kota, lanjut aja, dengan pola BOO,” kata Menteri Luhut kepada Wali Kota Harnojoyo.

Dengan rapat hari ini, Palembang siap memulai proyek PLTSa menjadi listrik ini.  “Secepatnya, kalau bisa tahun ini, jika ada administrasi sudah selesai. Soal lahan kita tidak ada kendala,” kata Harnojoyo pula. (sef/rel)