Cari Pendapatan Tambahan, Sopir Nyambi Jual Sabu

Tersangka dan barang buktinya yang diamankan Satres Narkoba Polres Prabumulih, Jumat (19/7). Foto: prabu/Palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID- Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polres Prabumulih, pimpinan AKP Zon Prama SH kembali mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kota Prabumulih.

Kali ini Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Prabumulih berhasil menangkap Junaidi (38), warga Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, yang diduga merupakan pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Tersangka diringkus saat berada di rumahnya, Kamis (18/7), sekitar pukul 19.00 WIB.

Selain menangkap tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 paket sedang sabu-sabu seberat  10,75 gram, 7  paket kecil sabu-sabu seberat 2,06 gram, 1 buah pirek kaca, seperangkat alat hisap sabu dan 1 unit Hp merk Strawberry warna biru hitam.

Informasi dihimpun, penangkapan terhadap pengedar narkoba itu bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba di wilayah tempat tinggal mereka.

Menindaklanjuti laporan itu, Kasatres Narkoba langsung menerjunkan Tim Opsnal guna melakukan penyelidikan dan mengintai gerak-gerik Junaidi. Setelah memastikan keakuratan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan.

Junaidi yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ini, berusaha kabur melalui pintu belakang. Namun berkat kesigapan petugas tersangka berhasil ditangkap. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan dan berhasil didapat 7 paket kecil dan 1 paket sedang sabu-sabu.

Guna kepentingan penyidikan, tersangka berikut barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Prabumulih. Dihadapan petugas, Junaidi mengaku baru menekuni pekerjaan melanggar hukum itu. “Iseng bae pak, hasil nyopir sedikit,” ucapnya kepada petugas yang menginterogasinya, Jumat (19/7).

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Narkoba, AKP Zon Prama SH ketika dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. “Ini berkat laporan masyarakat,” ungkapnya.

Karena perbuatannya itu kata Kapolres, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. “Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara,” tegasnya. (wan)