Bobol Rumah Polisi, Pengangguran Dipelor

Tersangka dan barang bukti ketika diamankan di Polsek Prabumulih Barat, Selasa (23/7). Foto: prabu/Palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID- Apa yang dilakukan Irdi Arfian (35), warga Jalan Dahlia Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, tergolong nekat. Pria yang tak memiliki pekerjaan tetap ini, mencuri di kediaman Risnaldi Setiawan yang tak lain adalah anggota kepolisian.

Akibat ulahnya tersebut, Irdi Arfian ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat, saat berada di kawasan Pasar Inpres Prabumulih, Senin (22/7), sekitar pukul 20.30 WIB.

Dalam penangkapan itu, polisi menghadiahi sebutir timah panas kepada pelaku lantaran mencoba kabur dan melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Informasi dihimpun, penangkapan terhadap Irdi bermula dari laporan Risnaldi di Polsek Prabumulih Barat. Dalam laporannya warga Jalan Simpang 3 Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat ini mengaku rumahnya dibobol maling.

Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela kamar, lalu mengambil satu unit ponsel yang tergeletak tak jauh dari jendela, kemudian pelaku langsung kabur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat dipimpin Ipda Darmawan, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya didapat informasi jika pencurian itu dilakukan oleh Irdi.

Petugaspun melanjutkan dengan memburu pelaku yang berada di kawasan pasar inpres. Namun saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan yang diberikan petugas tak digubris, tak ingin buruannya kabur petugas lalu menembak kaki pelaku hingga tersungkur.

“Kepada tersangka kita lakukan tindakan tegas terukur, karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Murshal Mahdi didampingi Kanit Reskrim Ipda Darmawan, Selasa (23/7).

Lebih lanjut Darmawan menuturkan, dari tersangka berhasil disita 1 unit handphone milik korban. “Akibat ulahnya, tersangka kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (wan)