Karena Salah Lokasi MAP, Satu Keluarga Dikroyok Komunitas Ojol

Aksi pengeroyokan yang terjadi di depan rumah pelapor, diduga dilakukan oknum komunitas ojol, Jumat (26/7) sore. Foto: screenshot

PALEMBANG, PALPOS.ID- Aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum komunitas ojek online (ojol) terjadi di Kota Palembang. Korbannya satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan orang tua yakni, Hilman Susada (32), Noti Libriani (31), dan Burdan (70).

Akibat pengeroyokan ini, Hilman mengalami luka memar di lengan tangan kanan, pipi kiri memar dan kepala benjol. Sedangkan istri dan ayahnya mengalami luka di bagian tangan dan kaki.

Tidak terima dengan yang dialaminya dan keluarga, lantas Hilman melaporkan oknum driver ojol, Charlie Herlando (40) dan rekan-rekannya sesama komunitas ojol ke SPKT Polresta Palembang.

Dalam laporannya, pengeroyokan tersebut terjadi, Jumat (26/7), sekitar pukul 16.00 WIB, di depan rumah pelapor di Jalan Bukit Baru, Lorong Permai, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Berawal dari pelapor memesan Go-Food melalui aplikasi online. Namun ketika pesanan hendak diantar, terjadi salah paham tentang lokasi MAP alamat rumah pelapor. Tapi masalahnya sempat diselesaikan tanpa ada masalah.

Namun diduga oknum driver yang bersangkutan (terlapor), mengadukan perihal salah paham tersebut kepada komunitasnya. Lalu beberapa jam kemudian, terlapor bersama komunitasnya mendatangi pelapor dan terjadilah perselisihan argumentasi sehingga pihak komumitas ojol melakukan pengeroyokan terhadap pelapor.

Istri dan ayah pelapor berusaha melerai, tapi keduanya justru ikut menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka di tangan dan kaki.

Ketika dikonfirmasi wartawan media online ini, Sabtu (27/7), Hilman membenarkan kalau dia, istri, dan ayahnya telah menjadi korban pengeroyokan oleh oknum komunitas ojol.

“Benar, saya, istri dan ayah dikroyok komunitas ojol. Kami sudah melaporkan mereka ke Polresta Palembang,” katanya melalui percakapan via ponsel.

Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri melalui Kanit III SPK, Ipda Herison membenarkan adanya laporan tentang tindak pidana pengeroyokan tersebut.

“Pelapor membuat laporannya, Jumat (26/7), sekitar pukul 18.10 WIB, dan sudah diterima,” katanya. (zon)