Pelajar SMA dan SMK Dapat Pendidikan Politik

Pelajar SMA dan SMK di Sumsel mengikuti diskusi yang digelar di aula Kesbangpol Sumsel, Selasa (30/7). Foto: popa/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID- Sebanyak 100 pelajar SMA dan SMK di Sumsel mendapatkan pendidikan politik dari Kesbangpol Sumsel. Kegiatan ini dikemas dalam diskusi dengan tema “Pendidikan Politik  dan Etika Budaya Politik”.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel, H Bakhnir Rasyid SE, MM MSi,  melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol Sumsel, Romli S Sos MSi saat membuka diskusi Pendidikan dan Etika Budaya Politik di Aula Kesbangpol Sumsel, Selasa (30/7).

Menurutnya, etika budaya politik merupakan salah satu pilar demokrasi, sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat.

“Melalui kegiatan ini, kami harap dapat mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter bangsa Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi upaya penguatan demokrasi, di era globalisasi yang kian kompleks,” katanya.

Lebih jauh Bakhnir Rasyid menambahkan, kegiatan ini menjadi upaya Kesbangpol untuk mengajak generasi muda agar beretika dan berbudaya secara santun, dalam segala hal terutama dibidang politik. Karena kekerasan bukanlah solusi atas perbedaan pendapat di negara yang demokratis.

“Kualitas demokrasi akan tercermin dari hasil proses demokrasi, sehingga menghasilkan pemimpin yang terbaik dan berkualitas,” ujarnya.

Selain perwakilan dari Kesbangpol, diskusi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang politik, diantaranya  mantan komisioner KPU Sumsel sekaligus ketua forum kewaspadaan dini masyarakat sumsel , H Ong Berlian MSi, dan R Muhammad Ihsan SH MH dosen Fakultas Hukum Unsri.

Dihadapan peserta diskusi Ong Berlian menjelaskan bagaimana etika politik yang sebenarnya. “Politik itu sebenarnya baik. Karena melalui aktivitas politik inilah kita bisa menghasilkan kepala daerah maupun wakil rakyat. Kalaupun ada yang jelek itu bukan politiknya, tetapi oknum politikusnya yang jelek. Oleh sebab itu, adik-adik jangan takut untuk berpolitik,” jelas Ong.

Di tempat yang sama, Rellia Aristantia, Guru SMK Muhammadiyah 2 mengaku senang karena anak didiknya mendapat kesempatan untuk mengikuti diskusi mengenai etika politik. Dirinya berharap melalui kegiatan ini pemahaman mereka tentang politik akan lebih luas lagi.

“Setelah dari sini mereka juga bisa membagikan ilmunya kepada teman teman yang lain di SMK Muhammadiyah 2,” ujar Rellia sembari berharap agar kegiatan positif  ini bisa lebih sering digelar.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti 100 peserta yang berasal dari SMK dan SMA di Sumsel, diantaranya SMK Muhammadiah 2 Palembang,  SMA 3, SMK 3, SMA Pembina, SMK  5 dan lainnya. (opa)