Sita Puluhan Kilo Mie dan Tahu Berformalin

Petugas BPOM dan Disperindag PALI menggelar razia makanan berformalin. foto: friday/Palpos.ID

PALI, Palpos.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Selatan, bekerjasama dengan dari dinas perdagangan dan perindustrian, Satpol PP serta dinas koperasi, menggelar inspeksi mendadak (Sidak), terhadap pedagang yang menjual mie kuning alias mie basah dan tahu di Pasar Kalangan Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir (PALI), akhir pekan lalu.

Dari hasil sidak itu, tim gabungan berhasil menyita puluhan kilogram mie kuning alias mie basah dan tahu yang mengandung formalin. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian (Kabag)  Perekonomian Kabupaten PALI, Junaidi.

Menurut Junaidi, mie dan tahu yang berhasil disita langsung dimusnahkan dengan disaksikan oleh perangkat desa dan pedagang. “Mie dan Tahu berformalin yang kita sita langsung kita musnahkan,” ujarnya sembari mengatakan razia makanan berformalin sudah dilakukan sejak 1 Agustus lalu.

Lebih lanjut Junaidi menuturkan, terhadap pedagang yang kedapatan menjual makanan berformalin pihaknya langsung memberikan teguran sekaligus sosialisasi agar tidak lagi menjual mie dan tahu berformalin. “Kita jelaskan kepada mereka tentang aturannya, kalau masih mengulangi tentunya aka nada sanksi hukum,” ucapnya.

Ditanya dari mana asal mie dan tahu berformalin itu, Junaidi mengatakan, berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang mie dan tahu tersebut berasal dari Kota Prabumulih dan Tanjung Enim,” ungkapnya.

Sementara salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namyanya mengaku, tidak mengetahui jika tahu dan mie yang ia jual mengandung formalin. “Kami besyukur juga pak dengan razia ini, soalnya kami tidak tahu kalu mie dan tahu yang kami jual mengandung pengawet,” pungkasnya. (fri)