MUI OKI Prihatin Pembongkaran Makam Gegara Beda Pilihan Dalam Pilkades

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyatakan prihatin adanya pembongkaran makam di Desa Serigeni Lama Kayuagung, yang dilatari permasalahan politik. MUI OKI berharap, kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten OKI.

Wakil Ketua MUI Kabupaten OKI, Supardjon Ali Haq Al-Tsabit mengatakan, proses politik semestinya berjalan lebih demokratis, tanpa melibatkan persoalan pribadi. “Terlebih lagi harus berujung dengan pembongkaran makam,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (08/08/2019).

Tsabit dapat memahami, pembongkaran makam menjadi hal biasa ketika tidak ada unsur politik didalamnya. Ia mengatakan, idealnya bagi calon seorang pemimpin lebih menghargai perbedaan. “Hendaknya mempersiapkan diri, bukan saja hanya intelektualitas, juga mempunyai kepribadian dan kecerdasan emosional,” ucapnya.

Lebih lanjut Tsabit berharap, agar instansi yang menangani pemilihan kepala desa menyertakan uji kelayakan psikologis, dan  kerohanian, disamping tes lainnya. “Peran tokoh agama dalam proses penyeleksian pemimpin, suatu keharusan. Tindakan yang bertentangan dengan pranata sosial tidak layak tampil sebagai pimpinan,” urainya.

Terlepas dari kepentingan apapun sambung Tsabit, sebagai manusia hidup yang masih diberikan akal, sudah selayaknya persoalan ini tidak harus mengusik ketenangan orang yang telah meninggal. “Secara pribadi rasanya tidak elok kalau persoalan melibatkan orang yang telah meninggal dunia,” pungkasnya.

Informasi dihimpun, pembongkaran pemakaman terjadi tak lebih dari ketersinggungan keluarga Almarhum Maimunah. Menurut sumber yang enggan disebut nama ini mengutarakan, selisih paham yang dipicu perbedaan pilihan politik sebetulnya berlangsung normal layaknya kontestasi pemimpin lainnya. “Meski terdapat berbeda padangan, tapi sebenarnya berjalan normal, tidak seheboh seperti yang diberitakan,” ungkapnya. (nur)