Nasib AKN Lahat Tergantung Animo Masyarakat

Direksi UNP audiensi dengan Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE MM MBA, Jumat (09/08/2019). Foto: arif/Palpos.ID

LAHAT, PALPOS.ID – Kondisi Akademi Komunitas Negeri (AKN) Lahat, sudah diujung tanduk (terancam tutup). Mendapat sorotan dari sejumlah kalangan, salah satunya Universitas Negeri Padang (UNP) sebagai induk AKN. Bahkan pihak UNP menurunkan tim, untuk melihat langsung kondisi AKN Lahat sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lahat.

Bambang Heriadi, Koordinator Program Dikuar Domisili UNP menerangkan, kondisi yang dialami AKN Lahat juga dialami seluruh AKN di Indonesia. Menurutnya kebijakan pemerintah pusat ini diambil bukan untuk memberhentikan program AKN, karena dianggap terlalu lama untuk menjadi universitas. Melainkan dialihkan menjadi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU). “AKN bukan diberhentikan, tapi dialihkan menjadi PSDKU, agar nantinya bisa jadi ada perguruan tinggi di Kabupaten Lahat,” kata Bambang, di ruang kerja Wakil Bupati Lahat, Jumat (09/08/2019).

Diakui Bambang, AKN Lahat tahun ini sudah tidak menerima mahasiswa baru. Sedangkan untuk dimulainya PSDKU masih belum diketahui, tergantung dari cepat atau lambatnya pengesahan. Namun pihaknya berharap, diawal tahun 2020 PSDKU sudah bisa dijalankan.

“Kita lihat animo masyarakat dulu, jika animonya tinggi jelas akan lebih cepat, jadi tidak bisa ditargetkan. Sedangkan untuk sarana prasarana, kita koordinasikan dulu sama Pemkab Lahat,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE MM MBA menuturkan, Pemkab Lahat akan mengkaji lagi secara matang wacana program PSDKU supaya saat dibuka tidak ada lagi hambatan. Baik itu sarana prasarana, maupun program study nya. Bila perlu nanti dikolaborasikan dengan STIE Serelo dan STIT Lahat.

“Ada Universitas Lahat, kenapa tidak. Kita juga harus mengutamakan akses pendidikan, bagi masyarakat yang terbatas. Jadi  nanti tidak ada lagi anak lahat yang tidak kuliah, dengan alasan biaya mahal kuliah di tempat orang,” pungkasnya. (ari)