Gelapkan Uang BPKB Rp 2,1 M, Ratu Sosialita Baturaja Diamankan

Tersangka Meyssi dan Ryan Firdaus Batra diamankan polisi dalam kasus penggelapan BPKB dan satu unit mobil, kemarin. Foto: eko/Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Diduga demi mengejar status sebagai Ratu Sosialita Baturaja, Meyssi (48) nekat menghalalkan segala cara. Berkedok  buka biro jasa pengurusan surat-surat kendaraan, Meyssi  meraup uang Rp 2,1 miliar.

Menurut pengakuan Meyssi, uang Rp 2,1 miliar hasil kejahatan yang dikumpulkan selama 3 tahun, itu dihabiskan untuk berfoya-foya demi mendukung penampilannya hidup bak kaum sosialita.

Untuk gaya-gayanya si Ratu Sosialita ini merental mobil Suzuki Ertiga nopol BG 1091 FG. Setelah dua bulan sewanya tidak dibayar, pelaku mendatangi korban dan berpura-pura kecelakaan, lalu menyarankan agar mobil diasuransikan.

Tanpa rasa curiga pemilik mobil menyetujui, dan tersangka dengan mudah mendapatkan BPKB mobil. Akal licik pelaku terus berputar, setelah BPKB dan STNK di tangan, mobil korban kemudian dijual ke salah satu diler di Kota Baturaja seharga Rp 75 juta.

Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari, didampingi Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan, Senin (12/08/2019) menjelaskan, tersangka Meyssi menggelapkan 31 BPKB mobil dengan cara menjual dua unit mobil rental tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Wanita paruh baya ini juga menggadaikan 31  BPKB mobil  orang sedang mengurus surat-surat kendaraan. “Dari kejahatan  menjualkan mobil rental  Suzuki Ertiga dan menggadaikan puluhan BPKB tanpa sepengetahuan pemiliknya ini, Meyssi berhasil meraup uang Rp 2,1 miliar,” terang Kapolres.

Rencana Meyssi berjalan mulus karena  memang membuka  Biro Jasa “Arcap”, dan bekerjasama dengan oknum marketing Mandiri Finance bernama Ryan Firdaus Batra (28), untuk mencairkan pinjaman ke leasing.

Menurut Kapolres, terungkapnya kasus penggelapan  senilai Rp 2,1 miliar ini bermula pada Mei 2019 lalu pelaku Meyssi selaku pengurus biro Jasa “Arcap“ yang melayani pengurusan surat-surat kendaraan menerima surat kendaraan roda empat berupa BPKB mobil nopol BG 1245 FJ dari Imam Syafei  (52). (eco)