Palembang Harus Komitmen Jalankan Hidup Sehat

Asisten III Setda Kota Palembang, Agus Kelana menerima Tim Penilai Kota Sehat di Balai Kota, Senin (12/08/2019). Foto : humas pemkot palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Setelah sempat meraih penghargaan sebagai kota sehat beberapa kali, Pemerintah Kota Palembang optimis akan meraih kembali keberhasilan tersebut pada tahun ini.  Saat ini, sudah masuk tahap penilaiangan, dimana tim         penilai  kota sehat sudah datang ke Palembang dalam rangka     penilaian kabupaten/ kota sehat (KKS).

Asisten III Setda  Kota Palembang, Agus Kelana mengatakan, Palembang sudah siap untuk dinilai, karena berbagai upaya dan langkah Pemkot Palembang telah dilakukan, salah satunya dengan menjalankan program gotong-royong.  “Meskipun di tahun 2011 dan 2015 mendapat penghargaan kota sehat,  2017 mendapat penghargaan kota sehat Wiwerda. Ya kita harus optimis dalam meraih dan mempertahankannya,” katanya Senin (12/08/2019).

Ia juga memastikan, Kota Palembang siap untuk ikut serta dalam pelaksanaan penilaian Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional pada 12-13 Agustus 2019 ini. Tim penilaian merencanakan akan berkunjung ke beberapa lokasi. Diantaranya ke SMA Negeri 1 Palembang yang pernah mendapat penghargaan sekolah Adiwiyata, kemudian ke kampung iklim Kalidoni, bank sampah, dilanjutkan kunjungan ke kampung ikan hias di II Ilir. “Mereka tiga hari di Palembang untuk melakukan penilaian dengan melihat peran serta masyarakat kita menjaga kebersihan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Tutut dari Tim Penilai KKS menambahkan,  setelah dilihat ternyata Palembang sudah menjalankan point utama penilaian yakni menjalankan program gotong-royong. “Artinya kota ini sudah komitment menjalankan hidup sehat yang dipimpin langsung Walikota Palembang. Hal ini juga akan menjadi penilaian kami juga, untuk melihat bagaimana peran masyarakat dalam mendukung program yang dijalankan Walikota seperti merawat keindahan kota menjaga kebersihanya karena bersih, nyaman dan sehat kota tersebut akan terlaksana dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” tutupnya. (sef)