Sumsel Tempat Penyimpanan Narkoba Sindikat Internasional

Ketiga bandar narkoba jaringan internasional dan barang bukti yang diamankan BNNP Sumsel dalam gelar perkara, Senin (12/08/2019). Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Tertangkapnya jaringan narkoba internasional oleh jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel menguak fakta baru. Ternyata masih ada satu anggota sindikat lagi yang kembali ditangkap.

Bandar narkoba dimaksud berasal dari Tembilahan Kabupaten Riau bernama Usama. Sebelumnya, BNNP Sumsel mengamankan Yuswandi dan Andi Eka alias Togar. Dari kedua sindikat intenasiona ini, disita barang bukti 23 kg sabu dan 7.741,5 butir pil ekstasi alias ineks.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Agung Sugiyono menjelaskan, komplotan ini merupakan sindikat internasional yang memasok narkoba dari Malaysia, Batam, Tembilahan dan Sumsel sebagai lokasi penyimpanan sebelum didistribusikan sampai ke Lampung.

‘’Tersangka Usama memberikan perintah kepada Andi untuk menyimpan, namun belum sempat didistribusikan sudah lebih dulu kita tangkap dan berdasarkan jumlah barang bukti yang diamankan, jika 1 gram dipakai 6 orang, maka 6 dikali 23 jumlahnya hampir 130 ribu orang yang bisa diselamatkan dari bahaya penggunaan narkotika,” jelas Jhon saat memimpin gelar hasil ungkap kasus di kantor BNNP Sumsel, Senin (12/08/2019).

Awalnya, lanjut Jhon, pihaknya lebih dulu menangkap  Andi Eka dan Yuswandi di wilayah Sumsel. Kemudian dilakukan pengembangan dan kembali menangkap satu tersangka bandar bernama Usama di  Tembilahan Provinsi Riau.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup atau maksimal hukuman mati,” tegasnya. (zon)