Empat Terdakwa Korupsi Tapal Batas Terancam 20 Tahun

Para terdakwa kasus dugaan korupsi tapal batas menjalani sidang perdana di PN Klas IA Khusus Palembang, kemarin. foto: prabu/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID   Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Palembang menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi pembangunan gerbang (tapal) batas antara Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin kemarin (12/08).

Keempat terdakwa yang disidang itu, Khairul Rizal ST MT, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pekerjaan proyek tahun anggaran 2013 tersebut, dan Ichsan Pahlevi ST serta Ahmat Toha SE sebagai pelaksana proyek, serta terdakwa Asmol Hakim ST selaku  konsultan pengawas pengerjaan proyek.

Sidang perdana dipimpin Ketua Majelis Hakim Kamaludin SH MH dan hakim anggota, H Abu Hanifah SH MH dan Junaidi SH tersebut, beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan oleh Hary Fadlullah SH.

Dalam dakwaannya JPU mengatakan, ditahun  2013 lalu Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang melaksanakan kegiatan pekerjaan pembangunan gerbang batas Kota Palembang-Kabupaten Ogan Ilir di Jalan Gubernur H Ahmad Bastari-Jakabaring, Kecamatan SU I Palembang.

Tapi pada saat dilakukan pemeriksaan setelah pekerjaan usai, ditemukan kekurangan volume dimana pekerjaan terpasang lebih kecil dari volume item pekerjaan yang ada pada addendum/CCO serta terdakwa Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak mempedomani Undang Undang.

Serta pada saat dilakukan perhitungan, terdapat kerugian negara sebesar Rp505.923.660,08 dari pagu anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Sehingga atas perbuatannya para terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 9 (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 (Ke-1) KUHP. Dengan dakwaan tersebut, keempat terdakwa terancam 20 tahun penjara.

Usai mendengarkan dakwaan yang dibacakan JPU, Ketua Majelis, Kamaludin memberikan kesempatan kepada terdakwa dan pengacaranya untuk memberikan tanggapan. Namun keempat terdakwa kompak, melanjutkan persidangan. Karena itu, majelis menskor persidangan selama 1 minggu untuk dilanjutkan kembali pada hari Senin (19/8) yang akan datang. “Sidang diskor, para terdakwa tetap ditahan,” ujar Kamaluddin.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Palembang Andi Utama SH MH, melalui Kasubsi Penuntutan, Hendy SH ketika dikonfirmasi usai persidangan menegaskan, saat ini keempat terdakwa ditahan di Lapas Pakjo. “Tetap ditahan di Pakjo,” ucapnya.

Disinggung masalah pengembalian uang ke kas negara oleh terdakwa, Hendy menuturkan, hal tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam tuntutan JPU. “Bisa jadi bahan pertimbangan tapi tidak menghilangkan pidananya,” tegasnya.

Sementara pantauan di lapangan, para terdakwa menjalani persidangan tidak mengenakan baju tahanan layaknya terdakwa kasus pidana lainnya. Tidak hanya itu saja, keempat terdakwa juga datang dan pulang dari PN Klas IA Khusus Palembang tidak menggunakan mobil tahanan tetapi menggunakan mobil dinas Kijang Innova. (WAN)