Baru Empat Pelaku Karhutbunlah Ditangkap

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli MSi gelar rilis di Mapolda Sumsel, Rabu (14/08/2019). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Ditengah kembali maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Sumsel, khususnya ribuan hektare lahan gambut sepanjang Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya, polisi mengaku baru menangkap empat orang kasus karhutlah tersebut.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli MSi sendiri menegaskan, dalam penangangan karhutlah selama musim kering atau kemarau mulai Juli diperkirakan hingga Oktober nanti, pihaknya telah melakukan 4 pola strategis.

Pola penanganan karhutlah strategis, telah melakukan ada setidaknya ada 4 pola, pertama mitigasi, kedua pencegahan dan ketiga tanggap darurat penanganan dan pemadaman, keempat penegakan hukum.

“Sampai hari ini (kemarin), Syukur alhamdulillah kerja keras seluruh satgas, baik satgas preventif, satgas mitigasi dan satgas penindakan, dan satgas pemadaman baik dari darat dan udara dan penegakan hokum, Sumsel masih aman dari asap,” ungkapnya.

Penegakan hukum pelaku karhutlah sendiri, sebagaimana maklumat bersama Pangdam II/SWJ dan Gubernur Sumsel, tentang larangan pembakaran dan pengrusakan hutan, telah ada aturan tegas terhadap para pelakunya.

“Yaitu UU nomor 41 tahun 1999, dengan ancaman hukuman cukup tinggi 15 tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar. Sudah melakukan penangkapan terhadap 4 orang yang sengaja melakukan pembakaran, tapi belum ada perkara jadi atau terkait dengan koorporasi,” terangnya kepada Palembang Pos.

Untuk motif, yang pasti dia atau pelaku harus memenuhi pemidanaan. “Satu terkait dengan barang siapa, kedua perbuatannya apa, apakah perbuatan melawan hukum dan ada kesalahan serta dapat dipertanggungjawabkan,” tukas Kapolda Sumsel.

Sementara itu, maksud hati agar lebih cepat membuka lahan untuk dijadikan kebun cabai, Yayan (33), warga Dusun I Desa Batun Baru Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), justru harus berurusan dengan kepolisian.

Pasalnya, pria tersebut keburu diciduk Tim Gakkum Karhutbunlah Satreskrim Polres OKI, karena kedapatan membuka lahan seluas 40×7 meter yang berada di Dusun IV Desa Muara Batun Jejawi dengan cara dibakar. (den/nur)