Polda Sumsel ‘’Pamer’’ Tersangka 3C

Puluhan pelaku kejahatan kasus 3C yang diamankan di Mapolda Sumsel, Rabu (14/08/2019). foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dalam dua minggu atau sekitar 13 hari Polresta Palembang dan Polda Sumsel sudah mengamankan 97 tersangka  kasus curat, curas dan curanmor (3C). Puluhan tersangka yang dipamerkan itu sesuai 116 laporan warga.

Gelar perkara operasi penangkapan sejak 01-13 Agustus 2019 yang lalu, itu dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli MSi, didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Yustan Alfiani SIk, dan Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, serta Kapolsek jajaran Polresta Palembang.

Dari 97 tersangka, 23  di antaranya sudah jadi target operasi (TO) polisi. Sedangkan 74 pelaku lainnya hasil pengungkapan diluar TO atau laporan warga yang masuk dalam kejahatan jalanan meresahkan warga metropolis dan Sumsel.

“Operasi Mandiri Kewilayahan 3C, curas, curat dan curanmor. Baru kita gelar 13 hari saja, dari tanggal 01 Agustus-13 Agustus, nanti terakhir tanggal 30 Agustus. Tetapi hasilnya sudah hampir 80 persen, sisanya akan kita rampungkan,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli MSi.

Operasi kejahatan curas, curat dan curamor, diklaim Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli MSi merupakan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas Polri kepada masyarakat, terkait dengan kinerja Polda Sumsel.

Mantan Kapolres Tegal dan Brebes ini juga mengatakan, dari sejumlah kasus, perlu ada yang jadi perhatian warga, yakni  modus pelaku menggunakan media sosial Facebook. “Komplotan pelaku ini tidak beraksi secara langsung, tetapi menggunakan media sosial seperti facebook, menggunakan umpannya seorang perempuan,” cetusnya.

Saat korbannya terpancing, nanti saat bertemu dengan perempuan ini disuatu tempat. “Nah selanjutnya kawanan pelaku ini yang sudah siap menunggu, akan pura-pura menuduh korbannya selingkuh. Saat itulah dikeroyok dan barang berharga korban akan dirampas. Maka perlu diwaspadai dalam penggunaan media sosial, FB salah satunya,” jelasnya.

Kasus tersebut seperti yang baru terjadi terhadap  Supriyanto alias Supri. Dia menyangka bakal senang ketemu dengan kenalan cewek di Facebook. Rupaya berujung buruk. Bagaimana tidak, Depi Cahyati alias Ica (24) yang modusnya minta dijemput korban, rupanya sebagai otak dalam tindak kejahatan. (den)