Desak Pemkab Muratara Perbaiki Jembatan Gantung

Jembatan Gantung di Desa Batu Gajah Kabupaten Muratara yang kondisinya sudah rusak parah. Foto: alam/Palpos.ID

MURATARA, PALPOS.ID – Warga Desa Batu Gajah dan Desa Batu Gajah Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mendesak agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Muratara segera memperbaiki jembatan gantung penghubung antara kedua desa tersebut.

Pasalnya, saat ini jembatan gantung yang membentang diatas Sungai Rupit itu kondisinya sangat memprihatinkan. Lantai jembatan gantung yang terbuat dari papan, banyak yang patah. Akibatnya, para pengguna jembatan tersebut harus ekstra hati-hati saat melintasinya agar tidak terperosok kedalam sungai.

Acen (27), warga Desa Batu Gajah mengatakan, jembatan gantung tersebut terakhr kali diperbaiki tahun 2017 lalu. Dimana pada saat itu, jembatan penghubung dua desa itu mengalami kerusakan parah akibat dihantam banjir bandang. “Sejak diperbaiki pasca banjir dulu, kini jembatan mulai rusak lagi. Lantai papannya banyak yang patah karena dimakan usia,” ujarnya.

Karena itu Acen berharap, agar pemerintah segera memperbaikinya lantaran jembatan gantung tersebut merupakan akses utama warga desa dalam beraktifitas. “Hampir seluruh masyarakat melintasi jembatan ini, baik itu PNS, guru, petani bahkan pelajar dari TK, SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi pun melewati jembatan tersebut setiap harinya,” ungkapnya.

Acen mengaku khawatir, jika tidak segera diperbaiki bakal ada korban. Selain itu, jika kerusakan kian bertambah parah, dirinya khawatir akan berdampak pada perekonomian setempat. “Hampir semua masyakat yang ada menggantungkan hidup dengan menyadap karet, sementara kebun karet tersebut berlokasikan di Desa Batu Gajah dimana jalan menuju kesana yakni melalui jembatan ini,” ucapnya.

Senada dikatakan, Yanto (39). Menurut warga tersebut, jembatan gantung penghubung Desa Batu Gajah Baru ke Desa Batu Gajah sangat sering di lakukan perbaikan dengan cara gotong royong oleh masyarakat, lantai yang rusak di ganti, kerangka besi yang patah di ikat agar bertahan. Namun, jemabatan itu tetap mengalami kerusakan bahkan kerusakannya semakin lama semakin parah.

“Karena itulah, kami minta pemerintah nian yang memperbaikinya supaya kembali bagus seperti semula. Sekarang ini, kalau ,elewati jembatan tersebut harus extra hati-hati, sedikit terpelesek akan jatuh ke sungai,” pungkasnya. (rat)