Usai Gasak Rp 70 Juta, Komplotan Perampok Bersenpi Dipelor

Iwan Kay, komplotan perampok diamankan di Mapolda Sumsel, Kamis (15/08). Foto: deni/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID Satu persatu komplotan begal bersenjata api yang meresahkan masyarakat, ditangkap aparat kepolisian Subdit Jataras Polda Sumsel. Adalah tersangka Iwan Kay (43), warga Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin.

Iwan Kay diringkus, Kamis (18/08). Karena menguasai senjata api rakitan, dan membahayakan keselamatan polisi yang akan menangkapnya, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya.

Tersangka Iwan Kay ditangkap, setelah polisi lebih dulu meringkus rekannya bernama Jon, yang terlibat dalam perampokan sadis. Sedangkan seorang pelaku lagi masih buron dan dalam pengejaran anggota.

“Sudah kami rencanakan, kami tahu korban yang bawa motor ini membawa uang arisan Rp 70 juta. Kemudian kami buntuti, setelah itu kami hadang dan ambil uangnya. Karena korban sempat teriak dan berontak, jadi saya meletuskan tembakan tiga kali,” ujar Iwan Kay, Kamis (15/08).

Aksi perampokan atau begal bersenjata api ini, Rabu (19/07), sekitar pukul 12.00 WIB, dengan menyasar korbannya Suharni (35), warga Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

Ketika itu, korban mengendarai sepeda motor Yamaha NMax warna putih, berboncengan dengan rekannya Neli, usai mengambil uang iuran arisan Rp 70 juta yang ditaruh di bawah jok motor.

Saat melintas di kawasan sepi Desa Tanah Lembak, ketiga pelaku yang telah membuntuti korban dengan mengendarai motor Yamaha Vixion, langsung mengeksekusi korbannya dengan cara menghadang motor korban. Lantas pelaku yang mengenakan sebo, langsung monodongkan senpi dan memaksa korban untuk turun.

Tetapi korban berusaha berontak, hingga membuat pelaku kesal dan meletuskan senpinya tiga kali. Tak pelak korban yang ketakutan akan nyawanya terancam, memilih pasrah.

Ketiga pelaku dengan leluasa merampas harta benda korban, seperti uang iuran arisan Rp 70 juta, sepeda motor Yamaha NMax, kalung emas dan ponsel merek Vivo, dengan total kerugian mencapai Rp 150 juta.

Dir Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alfiani SIk, membenarkan pihaknya telah meringkus pelaku perampokan bersenjata api yang meresahkan.

“Satu pelaku perampokan bersenjata api rakitan diamankan. Ini masih dalam operasi penekanan terhadap kejahatan jalanan atau operasi 3C, yakni Curas, Curat dan Curanmor,” tegasnya. (adi)