Arcandra: Blok Rokan Memiliki Posisi Strategis Bagi Ketahanan Energi Nasional

Wamen ESDM saat merayakan peringatan kemerdekaan RI di Blok Rokan, Sabtu (17/08). Foto: istimewa

ROKAN, PALPOS.ID – Wakil Menteri (Wamen) ESDM RI, Arcandra Tahar, hadir dan memimpin langsung upacara peringatan HUT ke-74 RI di kawasan blok Rokan, Riau.

“Kami beserta rombongan dari Kementerian ESDM dan jajaran pegawai Chevron, hari ini menggelar kegiatan upacara bendera di kawasan blok Rokan, di Riau. Blok Rokan memiliki posisi strategis bagi ketahanan energi nasional,” tulis Arcandra dalam laman instagram arcandra.tahar, Sabtu (17/08).

Dikatakannya, blok Rokan merupakan salah satu sumber migas nasional paling besar di Indonesia. Saat ini produksi migas dari blok Rokan mencapai sekitar 195 ribu bph. Di blok ini terdapat dua lapangan yaitu Minas dan Duri. Dari lapangan Minas pernah diproduksi minyak mentah hingga 1 juta barel per hari dan menjadi lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Arcandra juga mengapresiasi kinerja dan kontribusi Chevron dan seluruh pegawai yang telah berhasil menjaga kinerja dan produksi minyak mentah di blok tersebut, sehingga terjaga dengan baik. Kemampuan SDM Chevron yang mayoritas anak-anak bangsa membuktikan bahwa kualitas dan penguasaan SDM lokal di sektor migas dapat dibanggakan dan sudah teruji.

“Kami berterima kasih kepada kawan-kawan Chevron atas dedikasi dan kerja kerasnya memproduksi minyak yang sangat penting artinya bagi kemajuan Indonesia. Ke depan, tentunya partisipasi dan kerjasama dengan Chevron tetap akan terus kita perkuat,” ujarnya.

Berdasarkan proses lelang yang dilakukan Kementerian ESDM terhadap blok terminasi, pemerintah telah menetapkan PT Pertamina sebagai pengelola baru blok Rokan mulai 2021. Chevron telah mengelola blok Rokan sejak 1971 atau lebih dari setengah abad.

“Saat ini kandungan migas di blok Rokan diperkirakan masih mencapai 500 juta – 1,5 miliar barel. Melalui skema gross split, Pertamina sebagai pemenang lelang blok Rokan, telah setuju untuk membayar bonus tanda tangan (signature bonus) dan komitmen investasi pasti senilai total USD 1,28 miliar,” jelas Arcandra yang juga inisiator kontrak Gross Split menggantikan Cost Recovery yang dibiayai oleh APBN. (har/rel)