Pelajar SD di Palembang Kena Razia Sat Pol PP

Para pelajar yang terjaring razia diamankan di Sat Pol PP Sumsel, Kamis (22/08/2019). Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sekitar 50 orang tim gabungan dari Satuan Pol PP Sumsel, Dinas Pendidikan Sumsel, Biro Hukum, Humas dan Diskominfo Sumsel bersama Satuan Pol PP dan Disdik Kota Palembang menggelar razia pelajar nakal. Hasilnya, sekitar 62 orang pelajar alias siswa yang terjaring dalam razia sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) dan penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

‘’Sasaran razia yakni warnet, rental play station (PS), mal serta pusat perbelanjaan di Kota Palembang,” tegas Kasat Pol PP Sumsel Aris Saputra, ketika ditemui wartawan, Kamis (22/08/2019). Menurutnya razia yang dilakukan cukup singkat. Mereka mulai bertolak dari Kantor Sat Pol PP pukul 09.00 WIB. Dan hanya dalam tempo waktu sekitar 90 menit, 62 siswa sudah terjaring.

Rinciannya 2 orang siswa SD, 15 siswa SMP dan 45 lainnya siswa SMA/SMK. “Tadinya sasaran kami hanya siswa SMA dan SMP. Tapi rupanya ada juga siswa SD yang sudah membolos sekolah,” terangnya. Setelah dilakukan pembinaan dan pendataan, pihaknya langsung memanggil guru dan orang tua siswa bersangkutan.

“Mereka (para pelajar terjaring razia,red) kami data. Pihak sekolah dan orang tua juga kami panggil. Agar bisa lebih ketat mengawasi anaknya,” bebernya. Pihaknya juga mengimbau kepada pengelola warnet untuk tidak menerima siswa yang masih berseragam sekolah untuk bermain nantinya. “Siswa-siswa yang bolos di Warnet tadi kita sudah beri peringatan kepada pengelola Warnet itu tadi. Jika pengelola Warnet nantinya masih mengizinkan siswa yang berseragam untuk bolos sekolah, akan kita beri peringatan yang lebih keras lagi,” pungkasnya.

Sementara, salah seorang siswa yang bolos sekolah dan terjaring razia gabungan berinisial At (12). Siswa kelas 6 SD ini hanya bisa menangis tersedu ketika digiring anggota Sat Pol PP menuju Aula Praja Wibawa untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. At kedapatan bolos saat jam sekolah dan bermain game online di salah satu warnet di Jalan Sapta Marga Kecamatan IT III, Kamis (22/08/2019).

Ketika ditemui wartawan, At mengaku baru sekali ini dirinya bolos sekolah. ‘’Baru inilah Pak bolos. Selamo ini dak pernah,” ujar At sembari menangis tersedu. At berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. At mengaku bermain game online karena diajak rekannya. “Aku cuman melok-melok bae Pak. Baru sekali inilah aku. Idak lagi nian nak bolos Pak,” tambah At sembari merunduk. (bar)