Pelaku Usaha di Sumsel Jangan Cepat Puas

Gubernur H Herman Deru menghadiri seminar kuliner di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (03/09/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Usai berkegiatan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sumsel, kemudian di Hotel Novotel, selanjutnya Gubernur Sumsel Herman Deru meneruskan agenda kerjanya dengan menghadiri seminar kuliner di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (03/09/2019) siang.

Seminar tersebut diselenggarakan Palembang Tech Conference bersama Ika Unsri. Dalam seminar kuliner bertajuk Bisnis Cerdas Milenials di Era Digital “How to be Successful Culinary Entrepreneur” yang diikuti oleh para penggiat dan pelaku usaha dari kalangan milenial serta para mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Palembang itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan sejumlah hal Yang harus dilakukan untuk menekuni bidang tersebut.

“Yang diperlukan bagi pelaku usaha/bisnis adalah kegigihan. Ini penting. Kemudian jangan mudah berpuas hati atas apa yang telah diperoleh, namun tetap selalu bersyukur, dan serta memiliki kemauan dan minat,” jelasnya dengan semangat.

Selain itu, dilanjutkan orang nomor satu di Sumsel ini, terkait masalah permodalan usaha para pelaku usaha/bisnis tak perlu kuatir lagi, sebab pemerintah membantu peralatan usaha dengan anggaran sebesar Rp11 Miliar, masing-masing pelaku usaha mendapat bantuan Rp5 juta rupiah melalui program e-warung dari kementrrian sosial, bahkan pihaknya telah menghimbau kepada BUMN/sponsor untuk dapat memberikan bantuan berupa pinjaman.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu juga menjelaskan, di zaman teknologi canggih dan dunia digital sekarang ini, para pelaku usaha harus mengurangi aksesoris dan hal – hal yang tidak begitu diperlukan dan harus lebih fokus pada tujuan.

“Dunia usaha dan bisnis kini bermetamorfosis dari konvensional menuju digital. Pada 10 tahun lalu, 7 atau 5 tahun lalu pernahkah kita terpikir abang becak memegang hape? Bahkan kini abang gojek pun melakukan transaksi lewat hape. Kompetisi saat ini semakin berat. Kita harus pandai mengikuti kemajuan zaman, kalau tidak maka akan tergilas kemajuan,” ungkapnya.

Sedangkan Taka Liwungan dari Ika Unsri selaku ketua Pelaksana dalam laporannya mengatakan, ada sejumlah alasan di balik terselenggaranya seminar kuliner tersebut. (bar)