Satu Pekan Lewati Masa Kritis, Bayi Aysha Meninggal

Bayi Aysha pascaoperasi di RSMH Palembang beberapa waktu lalu. Foto: koer/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kabar duka kembali menyelimuti pasangan Afit Bakhirul Anwar dan Orin Safitri. Setelah sebelumnya kehilangan Alisyha, Rabu (04/09/2019), mereka kembali kehilangan Aysha kembarannya.

Humas RSMH Palembang, Resti mengatakan jika Aysha yang merupakan bayi kembar siam yang beberapa waktu lalu sempat berhasil dipisahkan oleh Tim Kembar Siam Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang melewati masa kritis pasca operasi dengan kondisi yang semakin membaik.

“Kita dapatkan informasi tentang meninggalnya Aysha dari tim kembar siam RSMH Palembang. Memang pada saat operasi, pasien (Aysha,red) dalam keadaan stabil hingga Kamis (29/08/2019). Kemudian pada 30 Agustus kemarin, alat bantu nafas pasien tercabut secara tidak sengaja oleh pasien, namun kondisi nafasnya masih bagus dan alat bantu nafasnya bisa dipindahkan ke hidung,” jelas Resti, Rabu (04/09/2019).

Resti menambahkan jika pada Sabtu (31/08/2019) yang lalu kondisi pasien dalam keadaan stabil dan Aisyah mulai diberikan minum. “Namun kondisi memburuk ketika pasien memasuki hari ke-6 pasca operasi. Nafasnya mulai semakin sesak , lalu tim kembar siam memasangkan alat bantu nafas berupa pipa yang dipasang di tenggorokan. Namun pasien mulai mengalami muntah berwarna kehijauan sehingga pasien dipuasakan,” tukas Resti.

Setelah itu, lanjut Resti, kondisi pasien tampak semakin memburuk dari hasil laboratorium. “Darah infeksi semakin berat sehingga pemberian antibiotik ditingkatkan dan pasien diberikan immunoglobulin untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Lalu pada pukul18.27 WIB, tensi tidak terukur dan nadi mulai lemah. Penderita diberikan obat-obatan untuk penguat jantung. Pukul 18.56 WIB, tensi mulai terukur kembali,” bebernya.

Namun pada puncaknya, pada Rabu (04/09/2019) kemarin pada pukul 01.00 WIB, tensi pasien tidak terukur, nadi mulai lemah, dan pasien diberikan obat untuk penguat jantung. “Kemudian sekitar pukul 3.00 dini hari, tensi mulai terukur kembali tapi masih rendah. Napas penderita mulai makin sesak sehingga pemberian alat bantu napas ditingkatkan. Dan dari hasil pemeriksaan darah tampak kondisi penderita semakin memburuk. Pukul 08.15 WIB, jantung penderita mulai berdenyut lemah, sudah kita bantu dengan obattapi tidak ada respon. Lalu pukul10.55 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia,” tutup Resti. (umn)