Aji Meninggal Saat Ikut Diksar Menwa UIN Raden Fatah

Korban Hebat Sangaji yang meninggal dalam Diksar Menwa Kampus UIN Palembang, Rabu (04/09/2019). Foto: denni/Palpos.ID

BANYUASIN, PALPOS.ID – Kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) mahasiswa di Palembang kembali menelan korban jiwa. Korban tewas kali ini Hebat Sangaji alias Aji, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Aji diketahui merupakan mahasiswa semester I Jurusan Hukum Pidana Islam Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang. Aji meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSMH Palembang, Rabu (04/09/2019). Sebelumnya, Aji mengikuti Diksar Resimen Mahasiswa (Menwa) di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.

Menurut Wakil Rektor III UIN Raden Fatah, Rina Antasari, Hebat Sangaji atau Aji diketahui masuk kampus melalui jalur UMPTN. Sejak Sabtu (31/08/2019), Aji mengikuti kegiatan Diksar Menwa di Sembawa Banyuasin.

“Kegiatan diksarnya itu, mental dan fisik, seperti lari push up dan set up. Hari pertama sehat, kemudian mengalami sakit hari Senin (02/09/2019), dan Aji sempat bercerita dirinya sakit,” ungkap perempuan berhijab ini.

Diteruskan Rina, Aji memang menceritakan sakit tersebut ke kakak bataliyonnya. “Setelah ketahuan sakit, jadi disuruh istirahat. Karena kondisinya semakin memburuk, hari Selasa (03/09) dilarikan ke RSMH Palembang untuk mendapat perawatan medis, sebelum meninggal dunia,” jelasnya.

Rina mengaku, Aji sempat mengigau atau kerasukan. Aji seperti orang kerasukan mengatakan ingin ketemu uwaknya. Selain diberi pertolongan sementara, katanya, Aji diganggu penunggu kuburan Belanda, hingga Aji sempat dibantu salah satu ustadz di Sembawa.

Perihal kematiannya sendiri? Rina mengatakan Aji meninggal karena sakit dan tidak ada indikasi kekerasan atau kontak fisik. “Aji ini mahasiswa baru, saat ini semester 1 baru sekitar 2 minggu mengikuti perkuliahan. Dari pemeriksaan medis di RSMH tidak ada indikasi kekerasan ini,” timpalnya.

Sedangkan menurut rekan Aji berinisial AR, jika Aji sempat kesurupan di lokasi Diksar Menwa. Dia (Aji) mengaku diganggu makhluk halus dan merasa melihat kuburan Belanda. “Malam sebelum meninggal kesurupan, dia bilang banyak kuburan Belanda. Terus dia masuk ke sungai ketika mau disadarkan,” kata AR.

Aji sendiri diketahui bukan warga Palembang, melainkan pemuda asal Bekasi Provinsi Jawa Barat (Jabar). Aji kuliah dengan indekos di kawasan Rawa Jaya dekat kampus UIN Raden Fatah Palembang. Setelah meninggal jasadnya dikirimkan ke Bekasi dengan pesawat. Beberapa orang perwakilan Kampus UIN juga datang melayat ke rumah duka.

Sementara Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Wahyu Madurasa Putra mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman dan penyidikan atas insiden meninggalnya seorang mahasiswa dalam kegiatan diksar di wilayah hukumnya.

“Iya saat ini masih dalam penyelidikan kami. Itu kemarin (04/09/2019) meninggalnya, saat ada kegiatan diksar di Sembawa. Untuk saksi sedang kita kembangkan. Dan penyebab kematiannya belum diketahui pasti, karena belum keluar hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit,” jelas Wahyu. (den)