Dodi Inginkan Data Valid Warga Kabupaten Muba

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel Ir Endang Tri Wahyuningsih MM saat beraudensi dengan Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Kamis (05/09/2019). Foto: romi/Palpos.ID

SEKAYU, PALPOS.ID – Sensus penduduk di Indonesia sudah enam kali dilakukan. Dan di tahun 2020 mendatang sensus ketujuh akan dilakukan dengan metode yang berbeda yakni dilakukan secara online.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel Ir Endang Tri Wahyuningsih MM saat beraudensi dengan Bupati Muba H Dodi Reza Alex, di ruang audensi Bupati, Kamis (05/09/2019).

“Guna menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data, sensus penduduk 2020 akan dilakukan secara online. Kemudian untuk metode sensus menggunakan metode kombinasi, yaitu data Dinas Dukcapil sebagai sumber data utama dan mengandalkan sensus mandiri melalui web sebagai modal pendataan mandiri,” jelasnya.

Endang memaparkan, dengan adanya sensus menggunakan sistem ini, diharapkan tidak ada lagi double data. Update kependudukan bisa sesuai dengan fakta di lapangan. Pasalnya saat ini masih ada masyarakat yang sebenarnya berdomisili di kota A namun beraktifitas di kota B, dan tak tercatat di Dukcapil sehingga data antara BPS dan Dukcapil berbeda.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex mengatakan, untuk kesiapan sensus dengan metode online tentunya harus diperhatikan ketersediaan infrastrukturnya di setiap daerah harus mendukung, sehingga pihak BPS bisa dengan lancar melaksanakan sensus penduduk di tahun 2020 mendatang.

Dikatakan Dodi, setiap tahun ada sensus tingkat kemiskinan daerah. Dan terdata angka kemiskinan Muba menurun, tapi tetap tinggi. Hal ini tentu karena beberapa penyebab, seperti inflasi tinggi karena hampir 90 persen warga Muba bergantung pada komoditas, sehingga jika harga komoditas turun maka mempengaruhi angka kemiskinan.

“Dari angka kemiskinan tersebut saya tidak yakin datanya 100 persen valid. Bukan karena Muba angka kemiskinan tinggi, tapi terus mengalami penurunan. Tapi memang data di lapangan ini perlu diperbarui, jangan hanya sampel saja yang dipersentasikan,” ujarnya. (rom)