Ditikam Ipar Pasal Kebun Warisan

Suyono dibekuk anggota Polsek Tanjung Sakti setelah menikam Andi, Kamis (05/09). Foto: istimewa

LAHAT, PALPOS.ID – Niat untuk membayar kebun warisan keluarga kepada kakak perempuannya, malah membuat Andi Putra (46), warga Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, ditikam oleh Suyono (50), suami dari kakak perempuannya.

Akibatnya, Andi mengalami luka tusuk di dada dan punggung, dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawataN. Sementara pelaku langsung melarikan diri. Kemudian melapor ke Polsek Tanjung Sakti, Kamis (05/09), sekitar pukul 08.00 WIB.

Mendapat laporan dari korban, lantas anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga mendapat informasi pelaku bersembunyi di sebuah pondok kebun kopi di Talang Mayan Ringke, Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, atau kawasan kaki Gunung Dempo. Polisi langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil meringkus pelaku, Jumat (06/09), sekitar pukul 01.30 WIB.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasubag Humas, Iptu Sabar T membenarkan penangkapan terhadap pelaku penusukan adik iparnya tersebut. “Benar, pelakunya sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan,” katanya.

Berdasarkan keterangan pihak korban, motif penikaman dilatari berebut kebun warisan. Dimana sebelum kejadian, korban Andi meminta bantuan Kades Sindang Panjang, Ikang, untuk mendampinginya ke rumah Suyono, dengan maksud ingin membayar kebun warisan keluarga.

Awalnya obrolan biasa saja, kedua kerabat tersebut masih menahan hati. Namun, tiba-tiba perbincangan menghangat ketika Andi berbicara dengan kakak perempuannya, yang merupakan istri Suyono. Pada saat itulah, Suyono emosi dan langsung menikam Andi dari arah belakang.

“Tersangka melakukan penusukan menggunakan pisau jenis wali, pada bagian dada dan punggung korban. Sementara motifnya berebut kebun warisan. Tapi akan diperiksa lagi, bisa saja ada motif lain. Korban masih mendapat perawatan medis,” katanya. (ari)