Dua Kaki Ditembus Peluru, Residivis Baru Nyerah

Tersangka Apriadi dengan kedua kaki terbungkus perban karena luka tembak, diamankan di Mapolresta Palembang, Jumat (06/09). Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Genap satu bulan usai mebobol rumah dan mencuri sepeda motor milik korban Arzani (53), warga Jalan Ki Marogan, Kecamatan Kertapati Palembang. Akhirnya tersangka Apriadi (34), warga Lorong Purba, Kecamatan Kertapati Palembang, diringkus anggota Opsnal Pidum Satreskrim Polresta Palembang.

Lantaran melawan dan mencoba kabur saat digerebek di rumahnya, residivis kasus curanmor yang bebas akhir 2017 lalu, baru menyerah setelah kedua kakinya ditembus timah panas polisi, Jumat (06/09), sekitar pukul 01.00 WIB.

Dari laporan polisi (LP) yang diterima Satreskrim Polresta Palembang, buronan yang bersatus buruh serabutan tersebut telah melakukan tindak pidana pencurian di rumah korban pada Kamis (05/08), sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban Arzani sedang tidur di rumahnya dan ketika terbangun sepeda motor Mio M3 warna kuning miliknya sudah tidak ada lagi. Ketika diperiksa, jendela rumahnya dalam keadaan rusak dan pintu terbuka. Lantas korban melaporkan kejadiannya ke Polsek Kertapati.

“Lalu anggota kita melakukan penyelidikan, hingga akhirnya kemarin (Jumat), opsnal Pidum Polresta Palembang berhasil mengamankan pelaku atas nama Apriadi. Selain menangkap tersangka, anggota juga mengamankan barang bukti berupa satu besi ulir pendek, dan satu palu atau pukul besi,” kata Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubdit Opsnal Pidum, Ipda Andrian.

Dikatakannya, pelaku juga mengakui jika sudah dua kali beraksi bersama dua rekannya yang lain, yakni Firman dan Fajar (telah tertangkap). Pertama pada akhir Desember 2017 lalu, para tersangka menyalip motor Jupiter milik korban di simpang Sungki, lalu mengancamnya dengan senjata tajam.

“Dan yang baru-baru ini, pelaku mencuri di rumah korbannya dengan cara mencongkel jendela menggunakan besi dan pukul, lalu mengambil motor Mio M3 warna kuning yang kuncinya tergantung di motor dan telah dijualnya di daerah Tangga Buntung seharga 2,8 juta,” jelasnya sambil menegaskan, atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 365 dan 363 KUHP dengan ancamana diatas 5 tahun penjara. (zon)