HDMY Blusukan ke Kabupaten Ogan Ilir

Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wagub H Mawardi Yahya saat blusukan di Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (08/09/2019). Foto: humas pemprov sumsel

INDRALAYA, PALPOS.ID – Enau atau aren adalah palma yang terpenting setelah kelapa karena merupakan tanaman serba guna. Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama seperti nau, hanau, peluluk, beluluk, kabung, juk atau ijuk; kawung, taren; akol, akel, akere, inru, indu; moka, moke, tuwa, tuwak, dan lain-lain.

Untuk wilayah Sumsel tanaman ini banyak tumbuh di kawasan hutan lindung terutama di daerah pegunungan dan perbukitan seperti daerah ranau Kabupaten OKU Selatan, Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang. Namun juga banyak tumbuh di daerah dataran rendah.

Karena tanaman ini multi manfaat banyak dari masyarakat memanfaatkan tumbuhan  sebagai sumber pendapatan tambahan. Seperti daunnya dibuat atap atau dinding rumah tempat tinggal, lidinya dibuat sapu atau kerajinan tangan, buahnya dimanfaatkan sebagai panganan atau kolang kaling.

Khusus di Kabupaten Ogan Ilir, tanaman ini justru dikembangkan untuk lahan basah atau rawa. Upaya pemanfaatan lahan rawa dengan penanaman aren ini pernah diprakarsai oleh Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya yang dulunya masih menjabat sebagai Bupati OI dua periode.

Ketika melakukan blusukan daerah di Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (08/09) siang, Gubernur Sumsel Herman Deru, didampingi Wagub Ir Mawardi Yahya dan  Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia melihat dari dekat kebun budidaya aren yang ditanam warga.

“Saya rasa ini ide brilian, dengan memanfaatkan lahan rawa sebagai media menanam pohon aren. Daerah ini merupakan daerah percontohan penanaman aren di daerah rawa yang pernah diprakarsai oleh Pak Wagub pada saat menjadi Bupati Ogan Ilir,” ucap HD, Minggu (08/09/2019).

Sementara itu, Wagub Mawardi Yahya menyebut dipilihnya aren menjadi salah satu komoditi yang dapat tumbuh dilahan basah. Di samping itu, tanaman ini banyak manfaatnya. “Nyaris tidak ada yang terbuang dari tanaman ini, mulai dari buahnya dapat dijadikan  kolang kaling, Gula aren, ijuk untuk sapu, kakaban (tempat pemijahan ikan),” tandas MY. (bar)