Pemprov Gandeng Kejati Atasi Aset Bermasalah

Sekda Sumsel H Nasrun Umar memimpin rakor membahas aset Pemprov Sumsel yang akan dibangun, Senin (09/09/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel)  H Nasrun Umar memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) membahas permasalahan aset milik Pemprov. Sumsel yang akan dibangun Museum Islam dan Hotel Syariah di komplek Asrama Haji Palembang.

Kemudian, Lapangan Golf Kenten Palembang serta perjanjian Bangun Guna Serah Pembangunan Kawasan Pasar Modern “Pasar Cinde” antara Pemprov Sumsel dengan PT Magna Beatum. Rakor tersebut bertempat di ruang rapat Bina Praja Setda Sumsel, Senin (09/09/2019).

Dalam rapat tersebut Sekda H Nasrun Umar menegaskan, ketiga aset yang dibahas dalam rapat ini merupakan  permasalahan yang  tidak pernah tuntas. Karena itu butuh solusi yang tepat dengan menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel yang sebelumnya telah dilakukan penandatanganan MoU atau Nota Kesepakatan Bersama terkait dengan penanganan hukum baik masalah Perdata dan Tata Usaha Negara antara Pemprov. Sumsel dengan Kajati Sumsel yang ditandatangani pada tanggal 21 Agustus 2019 lalu.

Adapun aset yang pertama kali dibahas dalam Rakor ini adalah permasalahan lapangan golf Kenten Palembang yqng dipaparkan  oleh kepala Biro Hukum Pemprov Sumsel, Ardani SH MH. dia menyebutkan luas lapangan golf Kenten Palembang  80 hektare dengan penguasaan  40 hektare milik pemprov. Dan sisanya 40 hektare lagi diakui Pemkot Palembang  dan telah ada inkrah  di menangkan oleh Pertamina.

Menanggapi masalah ini  dari Kajati Sumsel selaku Jaksa Pengacara Negara akan mempasilitasi dengan meminta semua berkas dan bukti terkait dengan penguasaan atau pengelolaan lapangan (perjanjian) terkait dengan lapangan Golf.

“Mohon permohonan surat resminya disampaikan. Untuk menjadi acuan dan memudahkan kami dalam bekerja menyelesaikan masalah ini. Kita ada ditengah-tengah,” harap Ramliansyah Ketua Tim dari Kejati.

Dibagian akhir juga dibahas terkait dengan progres pembangunan pasar modern Cinde yang sempat terhenti karena berbagai faktor. Sekda Sumsel H Nasrun Umar meminta pada pihak Kajati untuk mencari solusi  terbaik terkait dengan ketika permasalahan aset yang dihadapi Pemprov Sumsel tersebut. (bar)