3.000 Porsi Bubur Asyura Ludes Dibagikan

Warga 13 Ulu dan sekitarnya mengambil Bubur Asyura yang dibagikan setiap 10 Muharram di kediaman Ustadz Taufik Hasynuri di Kelurahan 13 Ulu, Selasa (10/09/2019). Foto : koer/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sudah menjadi tradisi bagi Ustadz Taufik Hasynuri untuk membagi-bagikan bubur Asyura setiap 10 Muharram. Dalam 30 menit, 3.000 porsi bubur Asyura yang dibagikan di kediaman Ustazd Taufik Hasnuri, di 13 Ulu ludes dibagikan.

Pantauan Palembang Pos, sebanyak 10 dandang ukuran besar berjejer memasak bubur asyura untuk 3.000 porsi, di depan rumah Ustadz Taufik. Sesudah Sholat Dzuhur, ratusan masyarakat sudah antre di depan rumah Ustad Taufik.

Sebelum pembagian bubur suro, warga diajak bersholawat. “Kalau 10 Muharram ini, kita dianjurkan untuk banyak beribadah. Salah satunya sedekah. Yang namanya sedekah itu tidak mutlak dengan bubur, bisa dengan uang, bagi-bagi nasi, pakaian dan lain-lain,” kata Ustad Taufik, Selasa (10/09/2019).

Taufik menjelaskan, bubur ini disebut juga bubur sop. “Orang biasanya menyebut bubur Asyura, karena dibuat di tanggal 10 Asyura.  Bahan-bahannya juga dari uang sumbangan orang-orang banyak. Kalau kita hanya mengerjakanya saja,” ungkapnya.

Taufik pun mengatakan, kalau bagi-bagi bubur suro ini sudah dilakoninya sejak 30 tahun lalu. Bubur suro yang dibagi-bagikanya ini terbuat dari berbagai bahan campuran seperti kentang, beras, merica, bawang merah, bawang putih, bawang bombai, cengkeh, pala, masoyi, kayu manis, kapulaga india yang gepeng, kembang palo, jahe, air, minyak samin, kecap manis dan kecap asin. “Agar lebih sedap diberi taburan bawang goreng, daun sop dan ayam suwir,” tukasnya. (sef)