30 Hektare Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Suasana panen raya di Desa Sungai Rotan Ogan Ilir beberapa waktu lalu. Foto: din/Palpos.ID

INDRALAYA, PALPOS.ID – Musim kemarau yang terus berlangsung hingga September 2019 ini, membuat petani di wilayah Kabupaten Ogan Ilir kesulitan mendapatkan air. Akibatnya, puluhan haktar tanaman padi mereka terancam gagal panen.

Informasi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ogan Ilir juga mencatat, diperkirakan 30 hektare lahan padi di Ogan Ilir terancam mengalami gagal panen. Hal tersebut karena kekeringan di musim kemarau panjang, yang diprediksi bakal berlangsung hingga Oktober mendatang.

Kepala DPKP Kabuaten Ogan Ilir, Hasnandar Setiawan mengatakan bahwa lahan yang tercancam gagal panen tersebut terjadi di beberapa kecamatan di Bumi Caram Seguguk. Misalnya di Indralaya, Pemulutan hingga Indralaya Utara.

“Data tersebut berdasarkan rapat yang dilakukan oleh tim Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) di Ogan Ilir berjumlah 6 orang. Mereka selalu rapat setiap Senin di kantor ini,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/09/2019).

Hasnandar mengatakan jumlah luas lahan yang terancam gagal panen itu baru diprediksi. Bisa saja luas lahan itu akan membesar, seiring lamanya durasi musim kemarau tahun 2019 ini. “Jadi walau beberapa hari lalu ada hujan, luas lahan itu tetap segitu. Dan bisa saja bertambah karena musim kemarau. Tapi hal itu (lahan yang gagal panen, red) baru akan terlihat saat kita melewati masa panennya,” ungkapnya.

Faktor musim kemarau menjadi penyebab lahan tersebut menjadi terancam panen. Karena teriknya cuaca, membuat suplai air untuk pertanian juga berkurang. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa kebijakan strategis untuk meminimalisir ancaman gagal panen di lahan tadi. Seperti optimalisasi air untuk pertanian, hingga pendampingan Petani dalam menghadapi musim kemarau ini. (sul)