Guru Sebagai Fasilitator Pembelajaran di K13

Suasana Workshop Sistem Penilaian dan Pembelajaran di SMP Negeri 24 Palembang, Selasa (10/09/2019). Foto: umnah/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 (K13) ditentukan oleh guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, untuk keberhasilan penerapan K13 Dinas Pendidikan Kota Palembang meminta kepada seluruh sekolah, baik jenjang SD maupun SMP sebab guru harus memahami implementasi K13.

Pasalnya, Dinas Pendidikan Kota Palembang menyoroti bahwa pemahaman dan kesiapan ketiganya dalam menerapkan kurikulum 2013 pada proses pembelajaran menjadi kunci utama keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

“K-13 ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Apalagi era teknologi saat ini memaksa guru harus benar-benar mencetak lulusan yang tak hanya cerdas tapi memiliki kreatifitas, karakter yang baik dan jiwa leadership,” ungkap Herman Wijaya selaku Kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang saat dibincangi usai membuka Workshop Sistem Penilaian dan Pembelajaran di SMP Negeri 24 Palembang, Selasa (10/09/2019).

Menurutnya, workshop yang digelar ini merupakan perwakilan dari 6 SMP di Palembang yang dipilih untuk diberikan pelatihan tentang Sitem Penilaian dan Pembelajaran HOTs yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 24 Palembang Ahmad Marhan SPd MSi mengatakan, sekolahnya ditunjuk sebagai penyelenggara workshop ini dan diikuti 6 perwakilan sekolah. “Dan dari 6 sekolah ini nanti wajib memberikan sosialisasi kepada 5 sekolah terdekat terkait apa yang disampaikan pada Workshop kali ini,” terangnya.

Dia berharap, nantinya pendamping dapat memperkuat pemahaman mengenai K13 berikut perubahannya di lapangan, serta membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah.

“Peran guru dalam menerapkan K13 memang berbeda dengan kurikulum lainnya. Dulu, guru berfungsi sebagai pengajar. Tapi, saat ini guru harus menjadi fasilitator pembelajaran dengan mengintegrasikan kecakapan era Revolusi 4.0 selama proses pembelajaran,” pungkasnya. (umn)