KPU Ogan Ilir Bahas Dukungan Balon Independen

Massuryati, Ketua KPU Ogan Ilir. Foto: ist/net

INDRALAYA, PALPOS.ID – Kendati pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak baru berlangsung sekitar Juli 2020 mendatang, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir segera membahas masalah jumlah dukungan bagi bakal calon bupati dan wakil bupati perorangan atau balon independen.

Rencananya, mereka akan menetapkan SK terkait jumlah suara dukungan minimum di Ogan Ilir, pada bulan Oktober – November. “Nanti akan kita buatkan SK untuk itu, diumumkan di bulan tersebut,” ujar Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati, Rabu (11/09/2019).

Ia mengatakan, untuk menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir, setidaknya mengantongi 8,25 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayah tersebut.

Jumlah itu menjadi syarat mutlak, bagi siapapun yang hendak maju tanpa melalui dukungan partai. “DPT di Ogan Ilir sekitar 288.973 orang. Jadi untuk dukungan minimum bagi calon Bupati dan Wakil Bupati perseorangan, lebih kurang 24.563 DPT,” katanya.

Pihaknya masih menggunakan data DPT yang berlaku saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu. Hanya saja, mungkin akan ada sedikit pembaharuan terkait DPT yang baru, atau meninggal.

Bagi para Calon Bupati dan Wakil Bupati perseorangan yang hendak maju, harus menyertakan surat dukungan dari masyarakat yang bersangkutan, minimal 24.563 orang kalau di Ogan Ilir tadi.

Namun, jumlah itu harus tersebar di 50 persen Kecamatan yang ada di Bumi Caram Seguguk. “Kalau satu wilayah, tidak berlaku. Harus tersebar di minimal 50 persen jumlah kecamatan yang ada,” ucapnya.

Setelahnya, baru pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati perseorangan nanti akan menyerahkan syarat dukungan tadi, beserta syarat administrasi sesuai Undang-Undang yang berlaku. Jadwal penyerahan tersebut akan dibuka pada 11 September 2019 sampai 5 Maret 2020. (sul)