26 Kilogram Sabu di Perumahan CGC Palembang

ilustrasi. foto: net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Mabes Polri kembali mengobok-obok Kota Palembang. Setelah Senin (09/09/2019), Tim Dittipisiber Bareskrim Mabes Polri menangkap dua sindikat kejahatan bobol rekening bank dengan kerugian Rp 16 miliar, dengan tersangka Ya (24), mahasiswa di Palemang dan RF (23), juga warga Kalidoni Palembang.

Kemudian, pada Rabu (11/09/2019), sekitar pukul 21.45 WIB, Tim Anti Narkotika Mabes Polri kembali meringkus pasutri bandar narkoba berinisial YD (45) dan SA (50). Pasutri ini diamankan di rumah mewahnya di Citra Grand City (CGC) Blok D 19 Nomor A3 Kecamatan Alang Alang Lebar Kota Palembang.

Tidak tanggung-tanggung polisi dikabarkan menyita barang bukti 26 kilogram sabu senilai Rp 26 miliar. Barang bukti itu disembunyikan pasutri tersebut di mobil yang terparkir di kediamannya di CGC Palembang.

Terbongkarnya 26 kilogram sabu itu setelah Tim Anti Narkotika Mabes Polri dikomandoi AKBP Dewa ini melakukan pengungkapan dengan cara penyamaran dan transaksi barang haram pembawa petaka ini. Setelah memastikan semuanya, polisi bergerak masuk ke rumah sang bandar.

Penggerebekannya selain dengan surat perintah (SP) juga berkoordinasi dengan petugas jaga di sana bersama anggota Raider dalam penangkapannya. Setelah diamankan pasutri tersebut sempat digelandang ke Mapolsek Sukarami, sebelum akhirnya dibawa ke Mabes Polri untuk pengembangan sindikat dan jaringan narkoba kelas kakap tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan dilakukan Mabes Polri baik terkait kasus bobol mesin ATM Bank, maupun penangkapan bandar narkoba di Palembang tersebut. “Iya ada itu, namun untuk informasi lebih lanjutnya langsung tim Mabes Polri. hanya saja Polda sifatnya membackup atau membantu,” tegasnya singkat. (den)